selamat membaca

jika tidak bisa berbuat dengan tindakan, cukuplah dengan lisan. pun lisan tak bisa berkata..., mudah mudahan tulisan bisa mewakilkan..

quote

Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. tapi mereka yang menyadari kesalahan lalu membuat segalanya lebih baik, pantas disebut orang baik.

AKU KEHILANGAN.........


Aku kehilangan …..
Pukul 4.30 pagi hari…
hari selasa, 10 Juni 2008
Lengkingan tangis farabi menyadarkanku dari lelap tidur yang hanya setangah jam. Entah mengapa ia tiba tiba menangis dan meminta keluar kamar. Dan diam ketika di depan kamar bapak. Sesaat kemudian ibuku menjerit.., mengatakan jika bapak telah pergi…
..
Innalillahi wainalillahi roji’un….
Bapak pergi…
Selamanya….
Tidur panjang dengan muka bersih berseri…..
Sontak dunia kurasa berputar dengan cepat…
Sekuat tenaga aku menahan tangis, agar jalan bapak menuju “Pelukkan” NYA tak ada kendala. Tapi pertahananku pecah juga ketika aku memandikannya.
Melihat sosoknya.
Sosok yang merawat dan mendidik ku Selama ini.
Yang mengenalkanku pada warna warni dunia dengan petuah, amarah, dan kasih sayangnya…
Kubasuh wajahnya yang berseri untuk terakhir kalinya..
Dengan segala rasa yang tercampur jadi satu.., ku baca doa untuknya…, kusholatkan jenasahnya…, dan aku antar hingga di depan pintu… hingga Bapak benar benar pergike tempat peristirahatnya yang terakhir.., pergi selama-lamanya….
Selamat jalan Bapak ku Sayang..
S'moga Engkau diterima Disana..
Yang memberi Hidup..,
Menjaga Mu senantiasa..



Rumah ini masih dipenuhi dengan para pelayat. Semuanya datang membawa sympati dan bela sungkawa.
Hingga sore menjelang, rumah masih belum sepi. meski sudah beberapa jam yang lalu bapak dikebumikan.
Sementara para tetangga justru yang sibuk mempersiapakan segala ritual kematian. Mulai dari memasak, mempersiapkan buat tahlil nanti malam, dan entah apa lagi.
Di sudut lain aku melihat ibuku yang tampak begitu terpukul dengan kepergian Bapak. Mungkin perasaan beliau tak jauh beda dengan yang kurasakan.
Mengapa disaat Bapak pergi, tak ada satupun dari kami yang berada disisinya. Seperti terhipnotis, kami tertidur sangat lelap.
Hingga tak menyadari bahwa bapak pergi buat selamanya.
Kepergian Bapak memang bagai orang tidur.
Wajahnya bersih sebersih pagi yang menghantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Tiba – tiba ingatanku melayang ke masa kecilku.
pukul 5.30 pagi, seperti biasa suara gedoran pintu kamar dan Teriakan bapak memaksaku mengakhiri mimpi.
Bapak juga yang dulu mengantar aku ke sekolah ketika aku masih di taman kanak kanak. Bapak yang selalu memantau perkembangan prestasiku di sekolah.
Bapak yang berkoar tentang sholat lima waktu.
Di akhir pekan, bapak juga yang mengajakkku menikmati film Bioskop tak jauh dari rumah. Nonton dono kasino indro, film favoritnya.
Masih membekas kuat di ingatanku, ketika aku kesetrum, bapak yang memberikan aku susu, lalu mengajak ku kesawah, memungut buah apel yang jatuh di sela sela pohon apel tanaman bapak. Disana bapak menyuruh aku berpose, bagaikan fotografer ulung bapak memotret segala poseku di sana. Malamnya bapak selalu bercerita padaku tetang dongeng dongeng yang selalu aku rindukan…. Aku masih ingat betul, jika lebaran tiba, bapaklah yang sibuk menyisihkan uang untuk membelikanku baju baru. Menuruti semua keinginanku.., tanpa keluh…………………….

Bapak memang terkenal dengan pribadinya yang keras. Pendiriannya sangat teguh. Tak perduli waktu, bapak akan memberikan hukuman pada kami jika kami berswalah, demi disiplin anak anaknya. Kakak ku contohnya. Jam 12 malam, di guyur air dingin dan dikunci di kamar mandi, karena memaksa ikut bapak kerja. Sementara aku juga pernah merasakan hal yang sama. Ketika aku tak mau sekolah. Bapak mengguyurku dengan air dingin lalu mengunciku di kamar mandi, sampai aku berhenti menangis. Sesudahnya biasanya bapak mulai merayu dengan memberikan dongeng penghantar tidur.


Menginjak Dewasa, bapak selalu mengajakku untuk diskusi masalah masalah di sekitar kami. Mulai dari politik, hingga infotiment. Aku selalu mengingat gaya bicara bapak yang lugas, dan penuh wibawa. Yang tak bisa kulupa adalah betapa bapak sangat bersemangat jika bercererita tentang Bung karno yang memang di didolakannya. Betapa bapak bangga, pada saat mudanya, bisa bertemu dengan bung Karno setiap pagi, ketika bapak masih berkerja di Hotel selecta. Menurut bapak, sudah menjadi kebiasaan Bung Karno berjalan menyisir taman taman selecta, sambil hanya berkaus dalam saja. Bapak yang waktu itu jadi tukang kebun di selecta selalu mendekati dan berusaha ngobrol dengan sang proklamator itu. Tak heran jika bapak menyimpan buku buku koleksi tentang bungkarno dan tak pernah absent nyekar ke blitar jika ada kesempatan.


Ah.. kenangan – kenangan itu………………….
Tak bisa tertulis semua.., karena begitu banyak yang kuterima dari Bapak.
Bapak yang mengajariku untuk menjadi manusia selayaknya.
Dari bapak aku warisi keteguhan hatinya.
Dari bapak aku warisi sifat kerasnya….
Tapi aku bangga karenannya…

Di ujung Usianya, Waktu bapak tersita dengan serangan stroke yang mengerogoti tubuh tambun bapak hingga kurus kering selama 2 setengah tahun. Matanya cekung, dan rambutnya mulai penuh dengan uban. Tetapi bapak terlihat masih tegar. Tak mengeluh. Hingga penyumbatan pembuluh darah otak menghilangkan memori bapak. Di situ aku merasa telah kehilangan sosoknya sampai ajal benar benar merengut paksa Bapakku…………………………

Kini bapak memang benar benar telah pergi…
Tak kembali….
Bapak telah menemukan Dunia Baru yang dijanjikan ALLAH….
Aku yakin bapak tenang disana….
Tidur dalam pelukan dan belaian PenciptaNya…,
Setenang hembusan nafas terakhirnya..
Sesunyi, sakratul maut yang dialaminya…

Bapakku sayang…,
Selamat jalan……
Semoga Engkau Tenang disana…….,
Maafkan Dosa Anakmu yang belum sempat membalas segala yang engkau berikan…
Maafkan aku pak…..
Maafkan Aku,…..
HAnya Doa yang kukirimkan untuk membalasnya….

Tenang lah engkau disana..
BAhagialah dalam tidurmu…
TErsenyumlah disamping Rabb mu…
Selamat jalan bapak…


Dari anakmu yang sellau menyangimu……






Read More......

EURO2008 PILIHAN.. DITENGAH SITUASI SERBA SULIT


Pret........... prettt.............
Aduuh........., tiupan peluit wasit EURO2008.. serasa merdu di telinga. Apalagi di tengah kantuk aku mendengar kabar gembira.., 2-0 untuk portugal...!!
Sontak energiku utuh kembali....
EURO 2008, selamat menebar pesona warga Indonesia yang sedang sulit dan terhimpitt..., ditengah isu SARA, Demo mahasiswa yang makin anarkiss, serta BBM yang makin melambung tinggi.. dan satu lagi PLN yang makin reseh main padam se enaknya..
tapi setidaknya kit amasih bsia berteriak kenceng..
dengan Semangat persatuan bola maniaaa...

GOAALLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL.!!!
hiburan lumayan lah....
ditengah situasi yang serba sulit...

Read More......

AYAT AYAT CINTA… OH… AYAT AYAT CINTA ..!!! ( TULISAN INI UNTUK DI BACA LAKI- LAKI !!! )


Ketika di kantor saya sibuk dengan obrolan Fahri dan maria.., tokoh utama dalam Film ayat ayat cinta, sebenarnya saat itu saya tidak begitu tertarik. Novel karya habiburohman yang di filmkan itu sudah lahap saya baca. Pun ketika teman teman saya di editing dan ruang berita sibuk mengimpor file film ini di komputer masing masing, saya masih tak bergeming.
Tetapi ketika Presiden SBY mengajak mentrinya untuk melihat film berdurasi cukup panjang ini, dan para pejabat di daerah latah nonton rame rame bareng stafnya.
termasuk wali kota saya sendiri.. ( maaf pak ) ..
saya jadi berfikir.
Apa sih istimewanya…??


Tanpa bermaksud mengikuti teman teman yang dengan antusias membakar sendiri untuk di tonton sendiri di rumah, saya juga melakukan hal yang sama. Meski dilarang membajak, hhheh, saya memasukkan CD blank dan burn…, copy Ayat ayat cintapun saya nikmati di Laptop. Tak lama dengan anteng, saya sudh konsen dengan film yang diperankan oleh rianti dkk itu.
Hasilnya….???
Macem macem..!!

Pertama saya seneng, melihat tokoh utamanya. Selain looking nice.., actingnya tidak basi. ( hmm menurut saya sih…)

Kedua, kecewa. Iya..!! betapa enggak.., wong visualisasi fillm ini jauuh sekali dari novelnya.

Bahkan unsur unsur penting dalam novel tidak diangkat sama sekali. Misalnya sindiran habiburohman tentang pemerintah indonesia yang begitu lemah membela kaum wanita disana. Dalam novel itu diceritakan, tokoh aisyah istri fahri yang pada saat itu ditinggal fahri karena di tangkap aparat setempat akibat tuduhan memperkosa, di datangi oleh polisi mesir. Diceritakan, polisi mesir mendatangi asiyah karena ingin memperkosanya. Polisi mesir itu berpikiran aisyah adalah orang indonesia seperti halnya fahri. Untuk itu nyali polisi mesir itu begitu tebal untuk melampiaskan hajatnya. Mengapa demikian..? karena sudah bukan rahasia lagi jika wanita indonesia memang lemah perlindungan hukumnya. Jangan kan di negeri orang, di negeri sendiri saja perempuan indonesia banyak di lecehkan kok…. Polisi mesir itu berfikir, tidak masalah ngerjai permpuan Indonesia. Paling paling juga bebas….. tetapi mereka akan berfikir dua kali untuk ngerjai perempuan dari negara lain, karena sangsinya pasti berat. Namun perkiraan polisi mesir salah, karena aisyah masih berstatus sebgai warga jerman. Karena tidak terima asiyah langsung mengusut kasus plecehan terhadap dirinya. Dan benar saja, keajdian ini sangat berpengaruh terhadap hubungan bilateral kdua negara tersebut. Dan bahkan jerman mengancam untuk memutuskan hubungan bilateral, jika pelaku tidak segera di tindak. Hebat bukan…?? Coba di indonesia…. Yang ada negara kita pura pura bodoh dan pasang sikap tak acuh. Boro boro ngurusin TKW yang diperkosa atau diperlakukan semena mena oleh majikannya.., wong ngurusin BLT aja gak bejus… ( capek deh…. !!! )

Sayang seribu sayang…, sepenggal kisah ini tidak diangkat dalam film ini. Padahal pak SBY saat itu nonton bareng bareng dengan mentrinya.., wali kota saya, pak Edy Rumpoko juga nonton bareng dengan staffnya.. ( sayangnya saya kok gak diajak sih pak..?? )

Bayangin.., misalnya kejadian itu diangkat dalm film itu , setidaknya akan membuka mata dan hati mereka akan kenyataan pahit yang bisa jadi tidak pernah terlintas di pikiran mereka……setidaknya meski sedikit kemungkinan, Bapak bapak pejabat itu akan mulai aware dengan nasip warganya yang melanglang di negeri orang demi sesuap nasi, karena negerinya sendiri sudah tak bisa memberinya mimpi manis….
( uuh….. )

Tetapi… bukan itu sebenarnya yang sangat membekas dalam benak saya. Atau pinjem istilahnya wong mbatu…, “ njangget “. ( aku wong mbatu asli jee…. )

Ada sebuah esensial yang syarat pesan dalam film yang mengambil setting di Mesir, india dan Semarang itu.

Jujur aja saya sangat kagum dengan sosok Aisyah. Dalam benak saya berpikir.., kok ada ya wanita setegar dan sebijak itu…? Merelakan suaminya berbagi dengan sepotong hati yang lain, dengan emas kawin cincin pernikahan mereka ..!!! busyet…!!

Selanjutnya.., film religius dramatis itu menuntun kita untuk “ seolah olah “ melakukan pembenaran ( maaf kalau kata pembenaran saya ganti dengan pencontohan ) akan poligami..!! dan bahkan, seakan akan membentuk stikma perempuan yang membolehkan suaminya menikah lagi alias berpoligami adalah wanita muslim sejati.. ( duh.. mudah mudahan ini hanya intepretasi saya saja yang salah…) Dalam agama yang saya anut, Poligami memang dibenarkan. Dan bahkan manusia yang sangat saya cintai, saya hormati dan saya junjung tinggi, Manusia pilihan Muhmmad SWA juga melakukan hal serupa. Tapi………….
Lelaki…, lihatlah istri- istri nabi itu…?? Adakah yang cantik, montok, seksi, pinter…………???. Jawabannya, Ada. Istri pertamanya. Siti khotijah. Lalu Bagaimana dengan istri istri selanjutnya..? Hello…..?? nabi mngawini janda…..!!!!, tidak begitu cantik, umurnya lebih tua dari Nabi. ( kecuali siti aisyah yang paling muda ) tidak juga begitu pintar. Apa ini artinya….? Nabi muhammad melakukan poligami, bukan untuk memuaskan nafsu belaka. Tetapi untuk menolong dan untuk kepentingan dakwah. Untuk mnyelamatkan martabat wanita. ( sekarang saya paham betul, mengapa nabi menikahi gadis muda, karena ketika nabi tiada sang istri bisa menceritakan kebiasaan Nabi, kebiasaan pribadi yang perlu di contoh dan hanya istri nabi yang tahu , jauh.. setelah Nabi menghadap kekasihnya, ALLAH,SWT

Tapi apa yang terjadi sekarang…? justru banyak lelaki yang mengaku mengerti betul tentang agama, malah melakukan aksi poligami. Seperti berlomba lomba, dengan alasan akidah tertentu. Wahai lelaki, akidah yang mana yang dimaksudkan….. Bukankah agama kita juga mengatakan, “ asal kamu berbuat adil..”… Heloo…………….. mana ada wanita di dunia ini yang mau di duakan ……………… tanyakan pada kedalaman hati mereka….. masih ingatkah dengan keputusan aaGym untuk berpoligami dengan istri yang lebih muda dan cantik itu? Sontak indonesia bergetar. Terutama ibu ibu yang menyatakan ketidak relaan dan menyanyangkan keputusan kontroversial tersebut. Wajah sang aa’ pun mnghiasai berbagai infotiment dengan gossip bla.. bla… bla…., untuk yang satu ini biar Aa.. yang menjawab sendiri mengapa ia memutuskan untuk berpoligami.

Lalu, setelah fenomena poligami aa gym berlalu, saya kembali tersentak membaca tulisan di koran bebrapa saat lalu, Tersangka utama Bom Bali Amrozi melakukan poligami ( kembali ) dengan memperistri seroang perempuan pesantren. Ironinya pernikahan itu di lakukan ketika amrozi di penjara dan tinggal menunggu eksekusi. Ya Allah… apa ini maksudnya…??? Bukankah tugas utama seorang suami itu memberikan nafkah lahir batin , mmbimbing istrinya untuk bersanding di syurga kelak. Lalu bagaimana amrozi dapat membimbing dan memberikan nafkah lahir batin pada istri istrinya jika dirinya di balik besi penjara dan tinggal menunggu eksekusi “ MATI “…. Lalu apa arti sebuah pernikahan sejatinya…, apakah mengkoleksi istri adalah hobi lelaki di jaman setelah Muhammad berpulang ………..

Kontroversi Poligami memang menjadi perdebatan panjang. Dan bahkan pmerintah menggodok Peraturan CPNS untuk bisa menikah lagi.
Saya tergelitik, dengan opini teman saya yang mengatakan, dunia semakin lama semakin sempit dan populasi penduduk pria akan lebih sedikit dari pada wanita. ( salah satu tanda kiamat, dimana jumlah wanita lebih banyak dari pria ). Pendapat ini , seolah menjadi angin segar untuk mereka yang memang ingin berpoligami. “ gimana nih…, kalu gak cari istri yang banyak, kasian wanitanya doong gak punya suami…” Waduh…., kenapa kita mendahului takdir…?? Bukan kah Allah maha tahu dan Maha Adil…. ?? Mengapa manusia jadinya .. yang menskenariokan…………

Mengapa judul tulisan ini saya kasih embel embel.., “tulisan ini untuk di baca laki – laki…,” karena memang saya ingin bicara pada laki- laki…
Bahwa memang, hati perempuan sangatlah halus.., susah sekali di tebak. (karena saya memang perempuan.. mungkin nggak obyektif pendapat ini ) tetapi silahkan di poling…, benarkah wanita rela , ikhlas 100 persen, melepas suaminya untuk berbagi….

Tetapi jauh diatas itu semua.. sebenarnya, saya menulis ini bukan untuk mendiskreditkan arti sebuah poligami. Sebenarnya juga saya tidak terlalu apriori dengan kata kata ini. tidak..!! karena justru sebenarnya, saya tidak mempermasalahkannya. Artinya saya rela berbagi suami, jika surga adalah komponsasi yang harus saya terima. Jika Allah Akan benar- benar memberikan cintanya pada saya.

Pernah masalah ini saya diskusikan pada suami.. saya bilang saya rela kalo dia harus poligami. eh suami saya malah ngamuk ngamuk dan menganggap saya aneh…, Tentu dia tidak menganggap hal ini serius. Dia pikir saya ini ngomong ngawur… maklum sebagai pengajar matematika dan IT pikirannya selalu berdasarkan logika.. ( heheheh kok malah curhat…!!)

Well… yang jelas, berpoligami atau tidak, bolanya ada di tangan anda kaum lelaki…, setidaknya berfikirlah dua kali jika benar benar ingin melakukannya. Jika sudah ketemu jawabannya dan mengaruskan anda tetap berpoligami.., saran saya pikirkanlah lagi… ingat ada hati selembut kapas yang tersimpan jaauuh dI lubuk hati seorang wanita………., yang anda tidak akan pernah mengerti bagaimana ia bersuara……
**

Read More......

LEBIH DEKAT DENGAN DEWANTI RUMPOKO KETUA TIM PENGGERAK PKK KOTA BATU


Memang…, selalu ada wanita disamping kesuksesan seorang pria. Demikian juga dengan Wali kota Batu, Edi rumpoko. Jika ada pertanyaan, siapa dibalik kesuksean yang diraihnya..? maka jawabnya adalah Dra. Dewanti Rumpoko, Msi. Istri tercintanya, yang juga memegang amanat menjadi ketua Tim penggerak PKK kota Batu. Siapakah sosok semampai yang selalu bertutur lembut dan tak lelah memberi senyum itu..? Berusaha mencari waktu dan mewawancaranya, ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Tidak seperti sosok pejabat, selebritis atau tokoh penting lainnya, Dewanti rumpoko memang mempunyai karismatik sendiri. Kesederhanaan yang dia miliki, serta begitu consernya ia dengan ranah sosial, mmbuat saya tergelitik untuk menulis sosoknya. Tentu dari kacamata saya. Lepas itu obyktif atau tidak. Setidaknya begitulah sosok dewanti Rumpoko yang saya tahu…………………


Sosoknya bersahaja. sikapnya Selalu ramah pada siapa saja, itulah kesan pertama saat bertatap muka pada Dra. Dewanti Rumpoko, Msi. Atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbak Wanti. Hari itu jam masih menunjukkan pukul 12 aiang, saat saya bertandang ke Universitas unmer malang. Disana sosok yang selalu mengenakan jilbab ini menghabiskan sebagian waktunya untuk berkutat dengan bidang keakademisian. Sekitar 30 menit saya menuggu. Saat itu mbak wanti sedang mengikuti sebuah seminar di salah satu universitas terbesar di kota malang ini. Beberapa saat kemudian, ia menghampiri saya denga senyum khasnya.
“ sudah lama menunggu….? “
Saya hanya membalasnya dengan senyum yang tak kalah manis ( menurut saya , hehehhe… )

Mbak wanti lalu mengajak saya menelusuri lorong – lorong di kampus itu. Menuju keruang rektor. Disana saya dikenalkan dengan Rektor yang juga seorang perempuan. Berbasa basi sebentar, Dewanti lalu mengajak saya langsung meluncur ke kediamannya di kompleks perumahan “ D – rumah “ yang konon adalah salah satu perusahaan real estate milik suaminya.

Di sepanjang perjalanan, wanita bertubuh semampai itu becerita tentang kebiasaannya. Termasuk kebiasaannya memakan makanan sesuai dengan golongan darahnya. Saya mendengarkan saja. Sambil terus berusaha merekam dalam ingatan saya. Siapa tahu bisa membantu penambahan bahan untuk penulisan biographinya. Panas kota Malang yang menyengat di luar sana, rasanya tak terhiraukan, karena begitu asiknya mendengarkan cerita cerita yang keluar dari bibir bu dewanti. Dan karena selain interior dan suasana mobil mewah itu memang nyaman… ( hem…) Sampai di Rumah bergaya futuristik, Dewanti mempersilahkan saya untuk duduk dan memberinya kesempatan untuk berbenah. Tidak berapa lama, Saya sudah duduk berhadapan dengan perempuan ke ibuan ini. Dan proses wawancarapun aku mulai…

Terlahir dari pasangan Alm Bpk. Seokanto dan Ibu Sri Suharti, tanggal 13 Desember 1962 di ampenan. anak no 5 dari 6 bersaudara ini, adalah sosok yang mudah akrap kepada siapa saja. Tindak tanduknya yang santun, nampaknya berhasil mempesona hati ibu- ibu, untuk memilihnya sebagai wanita pendamping wali kota Batu periode lima tahun mendatang. namun meski demikian dirinya menolak jika keberadaannya disebut sebagai first lady kota batu.

“ saya nggak mau disebut dengan first lady kota Batu… jangan yaa…! Saya berfikir semua perempuan sama aja kok. Nggak ada nomor satu , nomor dua dst.. tinggal bagaimana kita memainkan peran saja sebenarnya.. “

Sebagai ibu, Dewanti sangat dicintai oleh putera putrinya. Ibu dari Andy rumpko yang saat sekarang sedang menjalani studi di amerika, serta Ganisa yang masih berstatus sebagai pelajar ini adalah Dosen fakultas psikologi universitas UNMER malang.

Sebagai dosen ia sangat dekat dengan mahasiswanya. Lulusan S2 psikology Pendidikan UNTAG Surabaya ini, juga menjabat sebagai ketua yayasan SLB Putera jaya Malang, Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia, Dan juga mengasuh club basket di universitas merdeka Malang.
Mendampingi Edy Rumpoko Sebagai Wali kota BAtu, periode ini, adalah tugas mulia yang disandangnya.si penganggum madame theresia ini percaya bahwa ia bisa menjadi control terhadap setiap kebijakan yang akan dijalankan oleh suaminya, termasuk melakukan janji janji kampanye. Satu hal yang selalu ia dengungkan saat berjuang demi sang suami tercinta, untuk memimpin kota agropolitan ini..

Sebagai ketua tim penggerak PKK, ia punya angan-anggan besar demi kemajuan wanita di kota Batu . dalam pandangan penyuka warna biru dan putih ini, wanita Kota Batu adalah wanita pekerja yang tangguh. Ia ingin mengotimalkan peran wanita, yang tak hanya berfungsi sebagai ibu rumah tangga saja. Namun juga berdaya guna, dan bisa berkarya.

Guna mendukung misinya itu, Dewanti rumpoko telah bersiap melakukan ancang – ancang pada 100 hari pertama kepemimpinannya sebagai ketua tim Penggerak PKK kota Batu.

Wanita, dalam pandangan Dewanti rumpoko, adalah sosok yang penting dan patut di hargai. Mereka patut diperlalukan sebagaimana mestinya, sesuai dengan koratinya. Hal inilah yang melandasi perjuangan penyuka travelling ini di kota ini. Karena ia percaya pada batas tertentu wanita, yang lebih berperan mengambil keputusan penting,
tanpa menyepelekan peranan laki- laki.

Be your self. Itulah motto dari Dewanti Rumpoko. Wanita yang mengaku bahwa anak, selau bisa membuatnya tersenyum. Pemirsa, meski rutinitasnya yang cukup padat sebagai dosen fakultas psikologi Jangan heran jika suatu saat anda melihat nya sedang bercengkarama bersama keluarga di Payung. Karena memang salah satu sudut kota batu inilah yang ia rindukan, hanya untuk sekedar mencari bakso sebagai makanan vavoritnya.

Selamat bekerja ibu dewanti rumpoko..
Selamat mengemban tugas mulia.., menjadi mitra wanita kota Batu seutuhnya.

Read More......
 

different paths

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

The Poultney Inn

apartment for rent