selamat membaca

jika tidak bisa berbuat dengan tindakan, cukuplah dengan lisan. pun lisan tak bisa berkata..., mudah mudahan tulisan bisa mewakilkan..

quote

Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. tapi mereka yang menyadari kesalahan lalu membuat segalanya lebih baik, pantas disebut orang baik.

AYAT AYAT CINTA… OH… AYAT AYAT CINTA ..!!! ( TULISAN INI UNTUK DI BACA LAKI- LAKI !!! )


Ketika di kantor saya sibuk dengan obrolan Fahri dan maria.., tokoh utama dalam Film ayat ayat cinta, sebenarnya saat itu saya tidak begitu tertarik. Novel karya habiburohman yang di filmkan itu sudah lahap saya baca. Pun ketika teman teman saya di editing dan ruang berita sibuk mengimpor file film ini di komputer masing masing, saya masih tak bergeming.
Tetapi ketika Presiden SBY mengajak mentrinya untuk melihat film berdurasi cukup panjang ini, dan para pejabat di daerah latah nonton rame rame bareng stafnya.
termasuk wali kota saya sendiri.. ( maaf pak ) ..
saya jadi berfikir.
Apa sih istimewanya…??


Tanpa bermaksud mengikuti teman teman yang dengan antusias membakar sendiri untuk di tonton sendiri di rumah, saya juga melakukan hal yang sama. Meski dilarang membajak, hhheh, saya memasukkan CD blank dan burn…, copy Ayat ayat cintapun saya nikmati di Laptop. Tak lama dengan anteng, saya sudh konsen dengan film yang diperankan oleh rianti dkk itu.
Hasilnya….???
Macem macem..!!

Pertama saya seneng, melihat tokoh utamanya. Selain looking nice.., actingnya tidak basi. ( hmm menurut saya sih…)

Kedua, kecewa. Iya..!! betapa enggak.., wong visualisasi fillm ini jauuh sekali dari novelnya.

Bahkan unsur unsur penting dalam novel tidak diangkat sama sekali. Misalnya sindiran habiburohman tentang pemerintah indonesia yang begitu lemah membela kaum wanita disana. Dalam novel itu diceritakan, tokoh aisyah istri fahri yang pada saat itu ditinggal fahri karena di tangkap aparat setempat akibat tuduhan memperkosa, di datangi oleh polisi mesir. Diceritakan, polisi mesir mendatangi asiyah karena ingin memperkosanya. Polisi mesir itu berpikiran aisyah adalah orang indonesia seperti halnya fahri. Untuk itu nyali polisi mesir itu begitu tebal untuk melampiaskan hajatnya. Mengapa demikian..? karena sudah bukan rahasia lagi jika wanita indonesia memang lemah perlindungan hukumnya. Jangan kan di negeri orang, di negeri sendiri saja perempuan indonesia banyak di lecehkan kok…. Polisi mesir itu berfikir, tidak masalah ngerjai permpuan Indonesia. Paling paling juga bebas….. tetapi mereka akan berfikir dua kali untuk ngerjai perempuan dari negara lain, karena sangsinya pasti berat. Namun perkiraan polisi mesir salah, karena aisyah masih berstatus sebgai warga jerman. Karena tidak terima asiyah langsung mengusut kasus plecehan terhadap dirinya. Dan benar saja, keajdian ini sangat berpengaruh terhadap hubungan bilateral kdua negara tersebut. Dan bahkan jerman mengancam untuk memutuskan hubungan bilateral, jika pelaku tidak segera di tindak. Hebat bukan…?? Coba di indonesia…. Yang ada negara kita pura pura bodoh dan pasang sikap tak acuh. Boro boro ngurusin TKW yang diperkosa atau diperlakukan semena mena oleh majikannya.., wong ngurusin BLT aja gak bejus… ( capek deh…. !!! )

Sayang seribu sayang…, sepenggal kisah ini tidak diangkat dalam film ini. Padahal pak SBY saat itu nonton bareng bareng dengan mentrinya.., wali kota saya, pak Edy Rumpoko juga nonton bareng dengan staffnya.. ( sayangnya saya kok gak diajak sih pak..?? )

Bayangin.., misalnya kejadian itu diangkat dalm film itu , setidaknya akan membuka mata dan hati mereka akan kenyataan pahit yang bisa jadi tidak pernah terlintas di pikiran mereka……setidaknya meski sedikit kemungkinan, Bapak bapak pejabat itu akan mulai aware dengan nasip warganya yang melanglang di negeri orang demi sesuap nasi, karena negerinya sendiri sudah tak bisa memberinya mimpi manis….
( uuh….. )

Tetapi… bukan itu sebenarnya yang sangat membekas dalam benak saya. Atau pinjem istilahnya wong mbatu…, “ njangget “. ( aku wong mbatu asli jee…. )

Ada sebuah esensial yang syarat pesan dalam film yang mengambil setting di Mesir, india dan Semarang itu.

Jujur aja saya sangat kagum dengan sosok Aisyah. Dalam benak saya berpikir.., kok ada ya wanita setegar dan sebijak itu…? Merelakan suaminya berbagi dengan sepotong hati yang lain, dengan emas kawin cincin pernikahan mereka ..!!! busyet…!!

Selanjutnya.., film religius dramatis itu menuntun kita untuk “ seolah olah “ melakukan pembenaran ( maaf kalau kata pembenaran saya ganti dengan pencontohan ) akan poligami..!! dan bahkan, seakan akan membentuk stikma perempuan yang membolehkan suaminya menikah lagi alias berpoligami adalah wanita muslim sejati.. ( duh.. mudah mudahan ini hanya intepretasi saya saja yang salah…) Dalam agama yang saya anut, Poligami memang dibenarkan. Dan bahkan manusia yang sangat saya cintai, saya hormati dan saya junjung tinggi, Manusia pilihan Muhmmad SWA juga melakukan hal serupa. Tapi………….
Lelaki…, lihatlah istri- istri nabi itu…?? Adakah yang cantik, montok, seksi, pinter…………???. Jawabannya, Ada. Istri pertamanya. Siti khotijah. Lalu Bagaimana dengan istri istri selanjutnya..? Hello…..?? nabi mngawini janda…..!!!!, tidak begitu cantik, umurnya lebih tua dari Nabi. ( kecuali siti aisyah yang paling muda ) tidak juga begitu pintar. Apa ini artinya….? Nabi muhammad melakukan poligami, bukan untuk memuaskan nafsu belaka. Tetapi untuk menolong dan untuk kepentingan dakwah. Untuk mnyelamatkan martabat wanita. ( sekarang saya paham betul, mengapa nabi menikahi gadis muda, karena ketika nabi tiada sang istri bisa menceritakan kebiasaan Nabi, kebiasaan pribadi yang perlu di contoh dan hanya istri nabi yang tahu , jauh.. setelah Nabi menghadap kekasihnya, ALLAH,SWT

Tapi apa yang terjadi sekarang…? justru banyak lelaki yang mengaku mengerti betul tentang agama, malah melakukan aksi poligami. Seperti berlomba lomba, dengan alasan akidah tertentu. Wahai lelaki, akidah yang mana yang dimaksudkan….. Bukankah agama kita juga mengatakan, “ asal kamu berbuat adil..”… Heloo…………….. mana ada wanita di dunia ini yang mau di duakan ……………… tanyakan pada kedalaman hati mereka….. masih ingatkah dengan keputusan aaGym untuk berpoligami dengan istri yang lebih muda dan cantik itu? Sontak indonesia bergetar. Terutama ibu ibu yang menyatakan ketidak relaan dan menyanyangkan keputusan kontroversial tersebut. Wajah sang aa’ pun mnghiasai berbagai infotiment dengan gossip bla.. bla… bla…., untuk yang satu ini biar Aa.. yang menjawab sendiri mengapa ia memutuskan untuk berpoligami.

Lalu, setelah fenomena poligami aa gym berlalu, saya kembali tersentak membaca tulisan di koran bebrapa saat lalu, Tersangka utama Bom Bali Amrozi melakukan poligami ( kembali ) dengan memperistri seroang perempuan pesantren. Ironinya pernikahan itu di lakukan ketika amrozi di penjara dan tinggal menunggu eksekusi. Ya Allah… apa ini maksudnya…??? Bukankah tugas utama seorang suami itu memberikan nafkah lahir batin , mmbimbing istrinya untuk bersanding di syurga kelak. Lalu bagaimana amrozi dapat membimbing dan memberikan nafkah lahir batin pada istri istrinya jika dirinya di balik besi penjara dan tinggal menunggu eksekusi “ MATI “…. Lalu apa arti sebuah pernikahan sejatinya…, apakah mengkoleksi istri adalah hobi lelaki di jaman setelah Muhammad berpulang ………..

Kontroversi Poligami memang menjadi perdebatan panjang. Dan bahkan pmerintah menggodok Peraturan CPNS untuk bisa menikah lagi.
Saya tergelitik, dengan opini teman saya yang mengatakan, dunia semakin lama semakin sempit dan populasi penduduk pria akan lebih sedikit dari pada wanita. ( salah satu tanda kiamat, dimana jumlah wanita lebih banyak dari pria ). Pendapat ini , seolah menjadi angin segar untuk mereka yang memang ingin berpoligami. “ gimana nih…, kalu gak cari istri yang banyak, kasian wanitanya doong gak punya suami…” Waduh…., kenapa kita mendahului takdir…?? Bukan kah Allah maha tahu dan Maha Adil…. ?? Mengapa manusia jadinya .. yang menskenariokan…………

Mengapa judul tulisan ini saya kasih embel embel.., “tulisan ini untuk di baca laki – laki…,” karena memang saya ingin bicara pada laki- laki…
Bahwa memang, hati perempuan sangatlah halus.., susah sekali di tebak. (karena saya memang perempuan.. mungkin nggak obyektif pendapat ini ) tetapi silahkan di poling…, benarkah wanita rela , ikhlas 100 persen, melepas suaminya untuk berbagi….

Tetapi jauh diatas itu semua.. sebenarnya, saya menulis ini bukan untuk mendiskreditkan arti sebuah poligami. Sebenarnya juga saya tidak terlalu apriori dengan kata kata ini. tidak..!! karena justru sebenarnya, saya tidak mempermasalahkannya. Artinya saya rela berbagi suami, jika surga adalah komponsasi yang harus saya terima. Jika Allah Akan benar- benar memberikan cintanya pada saya.

Pernah masalah ini saya diskusikan pada suami.. saya bilang saya rela kalo dia harus poligami. eh suami saya malah ngamuk ngamuk dan menganggap saya aneh…, Tentu dia tidak menganggap hal ini serius. Dia pikir saya ini ngomong ngawur… maklum sebagai pengajar matematika dan IT pikirannya selalu berdasarkan logika.. ( heheheh kok malah curhat…!!)

Well… yang jelas, berpoligami atau tidak, bolanya ada di tangan anda kaum lelaki…, setidaknya berfikirlah dua kali jika benar benar ingin melakukannya. Jika sudah ketemu jawabannya dan mengaruskan anda tetap berpoligami.., saran saya pikirkanlah lagi… ingat ada hati selembut kapas yang tersimpan jaauuh dI lubuk hati seorang wanita………., yang anda tidak akan pernah mengerti bagaimana ia bersuara……
**

Read More......

LEBIH DEKAT DENGAN DEWANTI RUMPOKO KETUA TIM PENGGERAK PKK KOTA BATU


Memang…, selalu ada wanita disamping kesuksesan seorang pria. Demikian juga dengan Wali kota Batu, Edi rumpoko. Jika ada pertanyaan, siapa dibalik kesuksean yang diraihnya..? maka jawabnya adalah Dra. Dewanti Rumpoko, Msi. Istri tercintanya, yang juga memegang amanat menjadi ketua Tim penggerak PKK kota Batu. Siapakah sosok semampai yang selalu bertutur lembut dan tak lelah memberi senyum itu..? Berusaha mencari waktu dan mewawancaranya, ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Tidak seperti sosok pejabat, selebritis atau tokoh penting lainnya, Dewanti rumpoko memang mempunyai karismatik sendiri. Kesederhanaan yang dia miliki, serta begitu consernya ia dengan ranah sosial, mmbuat saya tergelitik untuk menulis sosoknya. Tentu dari kacamata saya. Lepas itu obyktif atau tidak. Setidaknya begitulah sosok dewanti Rumpoko yang saya tahu…………………


Sosoknya bersahaja. sikapnya Selalu ramah pada siapa saja, itulah kesan pertama saat bertatap muka pada Dra. Dewanti Rumpoko, Msi. Atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbak Wanti. Hari itu jam masih menunjukkan pukul 12 aiang, saat saya bertandang ke Universitas unmer malang. Disana sosok yang selalu mengenakan jilbab ini menghabiskan sebagian waktunya untuk berkutat dengan bidang keakademisian. Sekitar 30 menit saya menuggu. Saat itu mbak wanti sedang mengikuti sebuah seminar di salah satu universitas terbesar di kota malang ini. Beberapa saat kemudian, ia menghampiri saya denga senyum khasnya.
“ sudah lama menunggu….? “
Saya hanya membalasnya dengan senyum yang tak kalah manis ( menurut saya , hehehhe… )

Mbak wanti lalu mengajak saya menelusuri lorong – lorong di kampus itu. Menuju keruang rektor. Disana saya dikenalkan dengan Rektor yang juga seorang perempuan. Berbasa basi sebentar, Dewanti lalu mengajak saya langsung meluncur ke kediamannya di kompleks perumahan “ D – rumah “ yang konon adalah salah satu perusahaan real estate milik suaminya.

Di sepanjang perjalanan, wanita bertubuh semampai itu becerita tentang kebiasaannya. Termasuk kebiasaannya memakan makanan sesuai dengan golongan darahnya. Saya mendengarkan saja. Sambil terus berusaha merekam dalam ingatan saya. Siapa tahu bisa membantu penambahan bahan untuk penulisan biographinya. Panas kota Malang yang menyengat di luar sana, rasanya tak terhiraukan, karena begitu asiknya mendengarkan cerita cerita yang keluar dari bibir bu dewanti. Dan karena selain interior dan suasana mobil mewah itu memang nyaman… ( hem…) Sampai di Rumah bergaya futuristik, Dewanti mempersilahkan saya untuk duduk dan memberinya kesempatan untuk berbenah. Tidak berapa lama, Saya sudah duduk berhadapan dengan perempuan ke ibuan ini. Dan proses wawancarapun aku mulai…

Terlahir dari pasangan Alm Bpk. Seokanto dan Ibu Sri Suharti, tanggal 13 Desember 1962 di ampenan. anak no 5 dari 6 bersaudara ini, adalah sosok yang mudah akrap kepada siapa saja. Tindak tanduknya yang santun, nampaknya berhasil mempesona hati ibu- ibu, untuk memilihnya sebagai wanita pendamping wali kota Batu periode lima tahun mendatang. namun meski demikian dirinya menolak jika keberadaannya disebut sebagai first lady kota batu.

“ saya nggak mau disebut dengan first lady kota Batu… jangan yaa…! Saya berfikir semua perempuan sama aja kok. Nggak ada nomor satu , nomor dua dst.. tinggal bagaimana kita memainkan peran saja sebenarnya.. “

Sebagai ibu, Dewanti sangat dicintai oleh putera putrinya. Ibu dari Andy rumpko yang saat sekarang sedang menjalani studi di amerika, serta Ganisa yang masih berstatus sebagai pelajar ini adalah Dosen fakultas psikologi universitas UNMER malang.

Sebagai dosen ia sangat dekat dengan mahasiswanya. Lulusan S2 psikology Pendidikan UNTAG Surabaya ini, juga menjabat sebagai ketua yayasan SLB Putera jaya Malang, Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia, Dan juga mengasuh club basket di universitas merdeka Malang.
Mendampingi Edy Rumpoko Sebagai Wali kota BAtu, periode ini, adalah tugas mulia yang disandangnya.si penganggum madame theresia ini percaya bahwa ia bisa menjadi control terhadap setiap kebijakan yang akan dijalankan oleh suaminya, termasuk melakukan janji janji kampanye. Satu hal yang selalu ia dengungkan saat berjuang demi sang suami tercinta, untuk memimpin kota agropolitan ini..

Sebagai ketua tim penggerak PKK, ia punya angan-anggan besar demi kemajuan wanita di kota Batu . dalam pandangan penyuka warna biru dan putih ini, wanita Kota Batu adalah wanita pekerja yang tangguh. Ia ingin mengotimalkan peran wanita, yang tak hanya berfungsi sebagai ibu rumah tangga saja. Namun juga berdaya guna, dan bisa berkarya.

Guna mendukung misinya itu, Dewanti rumpoko telah bersiap melakukan ancang – ancang pada 100 hari pertama kepemimpinannya sebagai ketua tim Penggerak PKK kota Batu.

Wanita, dalam pandangan Dewanti rumpoko, adalah sosok yang penting dan patut di hargai. Mereka patut diperlalukan sebagaimana mestinya, sesuai dengan koratinya. Hal inilah yang melandasi perjuangan penyuka travelling ini di kota ini. Karena ia percaya pada batas tertentu wanita, yang lebih berperan mengambil keputusan penting,
tanpa menyepelekan peranan laki- laki.

Be your self. Itulah motto dari Dewanti Rumpoko. Wanita yang mengaku bahwa anak, selau bisa membuatnya tersenyum. Pemirsa, meski rutinitasnya yang cukup padat sebagai dosen fakultas psikologi Jangan heran jika suatu saat anda melihat nya sedang bercengkarama bersama keluarga di Payung. Karena memang salah satu sudut kota batu inilah yang ia rindukan, hanya untuk sekedar mencari bakso sebagai makanan vavoritnya.

Selamat bekerja ibu dewanti rumpoko..
Selamat mengemban tugas mulia.., menjadi mitra wanita kota Batu seutuhnya.

Read More......

MENELUSURI EKSOTIKA KELURAHAN SONGGOKERTO KOTA BATU


Hari masih pagi, matahari pun belum sepenuhnya memberikan kekuatan sinarnya.
Siapapun sepakat suasana pagi ini memang sangat mempesona.
Dan pagi pun menyapa masyarakat kelurahan songgokerto yang kembali dengan rutinitasnya …

Hari itu berjalan seperti biasa. Tak banyak yang berubah. Pagi ini disambut gembira oleh bocah – bocah manis yang kembali bebas bermain, di kampung yang memberi pengayoman untuk tumbuh, dan berkembang pada masa kanak kanak mereka.

Selamat pagi songgokerto…,
Damai sekali suasana pagi ini.,
Tak banyak yang tahu, bahwa salah satu dudut kota batu ini, banyak menyisakan kenangan akan romantisme sejarah masa lampau.disetiap sudutnya., dan disinilah kita berpelisir. Mencoba menguak lebih dalam, apa yang tersimpan di sana…


Segar sekali udara di tempat ini. Sebuah tempat dimana biasa para atlit paralayang mulai take off. Dari sini, saya bebas melihat pemandangan kota batu yang memang sangat cantik. Tak bosan rasanya melewatkan waktu di tempat ini. Saya biarkan saja, angin bertiup mempermainkan rambut saya.

Seolah terhipnotis dengan suasana, saya terus saja menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menikmati pemanangan yang sangat lapang dan lega itu. dari tempat saya berdiri, dan Sejauh mata memandang, yang terkihat adalah susunan rumah yang teratur rapi, di sela warna hijau pepohonan.

Saya mencoba berjalan di atas ketinggian itu. Menikmati setiap jengkal tanahnya. Dalam hati saya berdecak kagum. pantas jika Batu di berikan pujian banyak pihak karena keindahannya memang tak bisa diragukan lagi.. ck ck ck.. Luar biasa

Kelurahan songgokerto merupakan kelurahan yang berada di wilayah perkotaan dengan ketinggian 900 hingga 1010 meter dari permukaan laut. Curah hujan rata- rata pertahun antara 2000 hingga 3000 mm, dengan suhu rata- rata 22 hingga 24 derajat celcius.

Dalam pembagian kewilayahan, kelurahan songgokerto terbagi atas 3 wilayah lingkungan. antara lain: Krajan atau klumutan, tambuh serta songgoriti. Lingkungan yang tersebar di wilayah kelurahan tersebut masing-masing terdiri dari 9 rukun warga dan 29 rukun tetangga.

Perbatasan daerah dengan luas sekitar 5 hektar ini, pada sisi utara berbatasan dengan kawaasn perhutani dan desa sumberjo, pada sisi sebelah timur berbatasan dengan desa pesanggrahan , sisi sebelah selatan berbatasan dengan kawasan perhutani sedang sisi sebelah barat berbatasan dengan kawasan songgoriti.

Songgokerto, berasal dari kata songgo yang berarti menyangga dan kerto yang berarti baik. Sehingga songgokerto mempunyai arti penyangga kebaikan. Konon, awalnya songgokerto adalah gabungan dari 3 desa. Yakni desa tambuh, desa klumutan dan desa songgoriti, yang masing- masing didirikan oleh mabh singo brojo, mbah supo dan RA sutinah yang kemudian dikenal sebgai mbok rondo kuning. Dan seiring dengan pergantian waktu, 3 dari keturunan tokoh tersebut, sepakat menjadikan 3 desa tersebut menjadi satu, yakni, songgokerto yang kita kenal hingga sekarang.

Satu hal yang paling menarik dalam perjalanan saya berpelisir di kawasan kelurahan songgokerto, ini adalah ketika saya mencoba mencari tahu sejarah kawasan yang masih hijau segar itu. ternyata tempat ini mengangung banyak sekali nilai hostrikal yang menawarkan romatime sejarah masa lampau.
Pertama-saya berkunjung ke rumah pak jayadi, salah satu sesepuh desa ini, yang dianggap tahu tetang sejarah songgokerto, kususnya dukuh klumutan.

Nah.. Disini saya banyak mendapatkan keterangan tentang kawasan songgokerto. Setalah berbincang- bincang dan mendapatkan banyk info, perjalanan saya berlanjut untuk berkunjung ke tempat pak sunaryo. Beliau juga merupakan sesepuh desa, dan juga dianggap banyak tahu tentang wilayah songgokerto.

Tak lama saya dan beliau berangkat menuju ketempat punden mbok rondo kuning, Punden berarti sesuatu yang di pundit- pundi, atau seseorang yang di agung –agungkan. Mbok rondo k,uning bernama asli Raden ayu Sutinah, seorang pelarian dari kerajaan mataram. Ia kerap sekali menjadikan tempat ini sebagai tempat peristirahatan. Hingga tempat ini menjadi salah satu pesanggrahan, yang di
Wah.. ternyata untuk menuju kesana, nggak gampng loh…, . Kami harus melintasi area pesawahan yang hijau segar. Dan karena saya pakai sepatu fantovel, saya terpaksa harus melepas sepatuh dan membiarkan kaki saya bersentuhan langusng dengan lumpur. Tapi asik juga yaa..….

Akhirnya sampai juga saya dan pak marino di punden mbok rondo kuning. Tempat ini kurang lebih seluas 10 meter persegi. Terletak di area pesawahan yang luas. Menurut legenda, disinilah mbok rondo kuning kerap melepas lelah dan beritirahat. Coba lihat sesajen yang ada disana. Sesajen ini mempunyai arti sendiri- sendiri loh…, Rangakaian sesajen ini mengandung arti akan cikal bakal dan akal bakal. Yang artinya bibit tanam tuwuh dan asal muasal dukuh klumutan. Punden juga identik dengan pohon beringin. Meski tidak sebesar pohon beringin di setiap punden kebanyakan, namun pohon beringin ini mempunyai arti, yakni sebagai simbul pengayoman. Dipercaya bahwa pohon beringin adalah sebagai simbul kawula atau perlindungan akan keselamatan desa.

O’ya disana saya juga menemukan watu gilang. Batu ini berbentuk pipih dan terdapat lubang, mirip dengan dakon. Konon mbok rono kuning, sering main dakon di tempat ini di sela- sela waktu istirahatnya. Saya pun iseng berdakon di atas batu itu,
Akhirnya, saya dan pak mariono, kembali meneruskan perjalanan. Kali ini saya pergi ketempat sumber dawuan, dan lagi – lagi saya harus melepas sepatu kerena tak mungkin rasanya melintasi area persawahan ini dengan memakai sepatu fantovel. Di sepanjang perjalan itu pak mariono terus bercerita mengenai sejarah songgokerto dan tentang sumber yang akan kita kunjungi sesaat lagi..

Tak lama saya sampai di sumber dawuan. Ditempat iini juga terdapat sesajen. Sumber dawuan adalah sumber babakan. Kepercayaan masyarakt setempat, menyebutkan bahwa di sumber ini merupakan lambang, kesuburan dan rejeki dusun klumutan.
Terdorong rasa penasaran dengan cerita pak mariono tentang, khasiat air sumber dawuan , yang bisa menyembuhkan berbgai penyakit dan dapat bikin awet muda ini , saya jadi pengen merasakan kesegaran dan pengen mengunduh khasiat dari air sumber dawuan ini. Apa salahnya di coba..siapa tahu bisa awet muda beneran.. ya nggak… ???

Saya terus berpelisir. Kali ini saya ke tempat yang mempunyai muatan historikal yang cukup tinggi di kawasan kelurahan songgokerto ini. Yakni gudang tempat pernyimpanan persenjataan di dukuh tambuh.
Tak banyak yang tahu tempat ini. padahal, tempat dengan lebar setengah meter dan tinggi satu meter ini, mempunyai muatan sejarah yang cukup penting. Disini, pernah tersimpan persenjataan belanda, pada saat jaman VOC kala itu.masalah usia, pasti sudah ratusan tahun lamanya.
Kebetulan sekali saat saya berpelisir di area songgokerto, disni sedang di dakan bersih desa. Bersh desa adalah sebuah ritual atau selamatan, yang tujuannnya adalah untuk mengucap rasa syukur atas keselamatan dan keberkahan desa yang diperoleh. Salah satu caranya adalah dengan menggelar arak – arakan seperti ini.
Menurut cerita pak jayadi, acara selamatann seperti ini kerap igelar di songgokerto. Bentuk selamtan pun berbeda. Misalnya, selain selamatan desa, juga di gelar selamatan untuk memperingati satu uro. Dan bila tak diperingati, atau tidak diselamati, maka akan ada saja bencana yang melanda. Seperti kesurupan.

Salah satu tempat yang membuat songgokerto begitu terkenal adalah karena adanya kawasan wisata songoriti. Bagi anda yang asli batu pasti tak asing dengan nama ini kan..? songgoriti adalah nama salah satu dukuh dI kelurahan songgokerto. Dan pastinya saya tak mau melewatkan waktu tanpa mengunjungi kawasan satu ini. Tapi perjalanan saya terhenti di sebuah pesarehan mbah patok. . Lagi – lagi kita ditemukan dengan sebuah legenda. Ditempat ini terdapat makam mbah patok, yang di percaya sebagai kerabat mpu supo.


Wah.. pintunya ternyata terkunci. Sayang sekali. Saya tak bisa masuk kedalam. Kamera kami hanya bisa membidik melalui candela- candela kecil yang memutari bangunan itu.
sebelum kita intips kedalam, coba lihat sesajen yang ada disana. Adanya sesajen ini, membuktikan bahwa tempat ini memang dikeramatkan dan tak boleh sembrangan orang memasukinya.

Mbah patok adalah salah satu sesepuh pendiri, kawasan ini. Beliau adalah salah satu prajurit mataram, yang melarikan diri dari jawa tengah pada sekitar abab ke- 17. keberadaan mbah patok di agungkan hingga sekarang. Layaknya leluhur yang harus dihormati, warga sekitar kerap melakukan ritual pemberian seajen dan permohonan doa- doa untuk keelamatan dan keberkahan lingkungan songgokerto.

Pelisir pun kembali saya lanjutkan., satu lagi peninggalan bersejarah yang saya jumpai. Peninggalan bersejarah ini berupa salah satu candi tertua di jawatimur. Candi ini bernama candi songgoriti atau yang lebih di kenal dengan nama candi supo, candi ini termasuk peninggalan jaman pra sejarah. Cani supo diirikan pada masa pemerintahan mpu sendok. Yang menarik, disini terdapat sumber air panas, yang menjadi daya tarik, candi ini.
Asal tahu saja bahwa candi supo merupakan salah satu candi tertua di jawatimur. Di sini terdapat patung gajah mada, yang bentuknya usdah tak beraturan . sayang memang, beberapa sisi candi seperti tak terurus lagi. Banyak bangunan candi yang sudah mulai aus, karena dimakan usia.
Candi supo sengaja dibangunn di kawasan ini, karena tempat ini merupakan palung antara gunung arjuno dan gunung kawi. Salah satu kekayaan bermuatan historikal yang memang layak di pertahankan bukan..?? //
Sekarang saya ada dipasar songgoriti. Pasar songgoriti adalah salah satu pasar yang dipunyai oleh kota Batu. Disini para turis domestik maupun mancanegara, bisa berbelanja, untuk memebeli souvenir sebagai oleh –oleh.


Barang- barang yang dijual di pasar inipun beragam. Mulai dari hewan peliharaan, sayur mayur hingga barang – barang rumah tangga dan kerajinan tangan. Soal harga, nggak jauh beda kok dengan pasar umum lainnya. Disini kita bebas memilih souvernir apa yang akan dibawa pulang sebagai oleh – oleh. Mau mencoba..?


Kalau sudah ke daerah songgoriti, tak lengkap rasanya, jika kita tidak menuju ke taman rekreasi songgoriti. Tempat ini memang sangat terkenal. Bahkan gaungnya hingga nyampai di luar jawa. Jika ingin rekreasi ke daerah batu, songoriti biasanya menjadi salah satu tujuan wisata.

Sayang sekali saat saya berkunjung ke kawasan ini, ternyata tidak seramai yang saya bayangkan. Mungkin karena bukan hari libur kali ya.., tetapi ada saja beberapa pengunjung yang ingin menghabiskan waktunya di taman wisata ini.

Taman wisata songgoriti menyediakan fasilitas untuk anda yang demen sekali berenang. Kolam renangpun disediakan untuk aanak – anak dan orang dewasa. Coba bayangkan jika kita berada di tengah birunya kolam renang itu. Wiuh.. segar, kali ya…

suasana songgoriti siang itu memang sangat terik, tapi ternyata tak menghalangi pengunjung untuk berwisata. Naik perahu misalnya. Sekedar berputar- putar di danau buatan ini. Buat yang takut kulitnya gosong, cukup melihat saja, sambil berteduh. Seperti yang yang lakukan

Bicara tentang songgokerto, kita akan dingatkan dengan peristiwa nasional yang sangat megejutkan. Yakni peristiwa terbunuhnya gembong teroris yang paling dicari, Dr. Ashari.
Ternyata meski peristiwa menggegerkan itu sudah lama berlalu, tetapi puiing- puingya masih terlihat.
Inilah rumah yang dihuni oleh dr. asahari, dkk itu. Siapa sangka kalau di tempat ini pernah terjadi peristiwa yang menyita perhatian bangsa ini.
Pemerintah kota Batu memang sengaja mengabadikan tempat ini, dengan tidak membugar dan merubah seikitpun puing – puing itu.
Termasuk, membiarkan police line-nya tetap melingkari rumah di kawasan flamboyan itu. Praktis tempat ini, juga menjadi aset wisata, karena punyai nilai histroikal yang cukup penting

Malampun menjelang.., tanpa terasa sudah seharian saya berpelisir di kawasan ini. Songgokerto. Nama yang tak asing bagi penuduk kota ini. Pemandangan malampun pun tak kalah cantiknya dengan suasana pagi ataupun siang hari.
Suasana Batu di malam hari memamang menawarkan romatisme yang luar biasa. Wah.. wah… saya merasa betah isini. Meski tak hanya sekali dua kali saya pergi ketempat ini. Tapi rasa-nya tak bosan-bosannya berada disini.

Saya bersama teman – teman terus melanjutkan penelisiran kami.
Dan yang berikut tak kalah seru. Kami menapaki kawasan payung. Kawasan yang menjadi kebanggaan kota agropolitan ini. Diinilah tempat untuk anda yang suka menghabiskan malam, dengan sajian menu-menu special.
Yang khas anda bisa menikmati jagung bakar disini.

Atau dengan segelas kopi pahit. Huuh… kebayang kan menikmati jagung bakar, sambil minum kopi ditengah udara dingin yang mengusik…?? Mmm nikmaatt sekali…,

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan, untuk menuju ke salah satu KV romantis yang terletak di kawasan songgkerto ini, yakni seulawah KV.
Begitu datang saya dan teman- teman, langusng disambut dengan nuasna romantis yang sengaja diciptakan.
Tapi karena saya merasa sangat penat, dan ingin beristirahat sebentar, saya langsung menuju ke salah satu kamar di KV ini, yang telah saya pesan sebelumnya. Istirahat sebentar, sambil menunggu makan malam….


Yup.. saatanya makan malam…, waah suasana disini memang romantis. Remang-remang dan suaana malmnya kental sekali terasa. anda yang suka dengan remangnya kv, sepertinya tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan anda untk berpelisir.
Disinilah saya menghakhiri penelisirn saya, dengan menikmati diner di seulawah KV..

Sampai disini , saya melewatkan malam yang terus berjalan…..


Read More......

MENULIS UNTUK TELEVISI



Bagi seorang script writer, bisa jadi menulis merupakan sebuah kebutuhan. Karena boleh jadi hal tersebut merupakan tuangan aktualisasi diri. Menulis untuk program televisi, Tak menuntut pakem yang baku memang, tetapi keselarasan antara gambar dan bentuk narasi adalah tuntutan utama, karena keduanya akan saling menudukung satu sama lain. Namun diatas itu semua, yang paling penting diperhatikan adalah untuk siapa kita menulis. Karenanya segmentasi untuk siapa program tersebut diperuntukan adalah hal pertama yang harus diketahui oleh seorang scriptwriter sebelum ia bekerja.
Tak jauh beda dengan radio, media Audio Visual menggunakan bahasa tutur, dalam penulisan narasinya. Pertanyaan atas jawaban bagaimana kita bisa menulis tanpa harus bersikap menggurui atau bahkan membodohi, adalah bagaimana cara seorang scriptwriter banyak menggali ide-ide dengan lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Karena lingkungan sebenarnya adalah guru dan inspirasi yang tak pernah mati.


Penulisan naskah untuk televisi

Media Televisi berkembang sangat cepat.
Karenanya seiring dengan perkembangan waktu Televisi tampil menjadi primadona dalam penyampaian informasi. Tak heran, karena televisi mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan media lain.
Sebut saja, media visual yang ditawarkan, tak hanya berupa gambar, namun berbentuk video bergerak atau sinematografi.
Masyarakat dibuat seolah olah melihat sendiri akan suatu peristiwa. Informasi seperti inilah yang menarik masyarakat saat ini. Apalagi Di era sekarang kerangka penyampaian informasi yang harus up todate, selalu mengusung ketepatan , kecepatan dan keakurasian sebuah informasi.
Karenanya Televisi sebagai media audio visual diakui atau tidak merupakan media penyampai informasi yang diharapkan paling lengkap untuk menjawab segala bentuk keingin tahuan masyarakat akan suatu peristiwa.
Secara implisit, bicara tentang penyampaian informasi media televisi, sebenarnya kita berbicara juga tentang komunikasi antar manusia yang difokuskan pada media elektronik audio visual.
Media televisi dituntut untuk menjadi komunikator yang lebih efektif, mudah di mengerti serta jauh dari kesan bertele- tele. Oleh sebab itulah, penulisan berita untuk media visual tidak sedetil pada media cetak atau media elektronik lainnya .
Bagi seorang script writer, bisa jadi menulis merupakan sebuah kebutuhan. Karena boleh jadi hal tersebut merupakan tuangan aktualisasi diri. Menulis untuk program televisi, Tak menuntut pakem yang baku memang, tetapi keselarasan antara gambar dan bentuk narasi adalah tuntutan utama, karena keduanya akan saling menudukung satu sama lain. Namun diatas itu semua, yang paling penting diperhatikan adalah untuk siapa kita menulis. Karenanya segmentasi untuk siapa program tersebut diperuntukan adalah hal pertama yang harus diketahui oleh seorang scriptwriter sebelum ia bekerja.
Tak jauh beda dengan radio, media Audio Visual menggunakan bahasa tutur, dalam penulisan narasinya. Pertanyaan atas jawaban bagaimana kita bisa menulis tanpa harus bersikap menggurui atau bahkan membodohi, adalah bagaimana cara seorang scriptwriter banyak menggali ide-ide dengan lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Karena lingkungan sebenarnya adalah guru dan inspirasi yang tak pernah mati.
Selamat berkarya,

Sarah Mawardi
Broadcast scriptwriter

Menulis untuk naskah siaran

 Prinsip dasar komunikasi effektif

“ Naskah tidak dibuat sebagai sebuah naskah ( script ) saja , melainkan merupakan tuangan ide yang ada dalam pikiran seorang penulis naskah berita ( news writer ), atau seorang agency copywriter, ataupun specialis lainnya dalam bidang broadcast scriptwriting. “ (Rosiana Silalahi-Achor SCTV )
Naskah sebenarnya merupakan penjabaran ide dalam huruf- huruf. Awal dari sebuah penulisan adalah ide. Sedang langkah berikutnya adalah memproyeksikan ide tersebut kedalam kata- kata. Penulisan naskah untuk televisi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan naskah untuk radio. Dalam naskah tersebut harus difikirkan pula pemilihan kata- kata yang paling efektif dan segar serta bagaimana menyusun kata- kata tersebut dengan baik, atau lebih terkesan lebih enak di dengar. Kita menyebutnya sebagai the art of writing.

 Kerangka global penulisan Narasi untuk TV
Dibandingkan dengan penulisan naskah untuk radio, sebenarnya kerangka penulisan naskah untuk televisi tidak jauh berbeda. Bahasa yang digunakan adalah bahasa komunikasi standar, yakni bahasa baku atau bahasa yang digunakan masyarakat secara luas, dengan dibatasi kaidah kata dan mengikuti perkembangan masyarakat.
Ciri khas bahasa Televisi
1. Singkat dan padat, berhubungan dnegan jumlah kata dan kalimat. Dengan menggunakan kata yang sedikit, namun maknanya bisa ditangkap oleh pemirsa. Hal ini mengacu pada Televisi yang tak hanya menampilkan media audio, tetapi juga penggambaran secara visual.
2. Sederhana. Pilihan kata atau ungkapan dan kesederhanaan gaya bahasa.
3. Lugas.
4. Menarik.
5. Bahasa dan penulisan harus memperhatikan the art of writing
Sesuai dengan tingkat wawasan dan intelektualitas pemirsanya

Pedoman bahasa Televisi
Bahasa Televisi khususnya untuk program produksi dan program news ( bahasa jurnalistik ) terdapat lima prinsip kunci sebagai berikut :
1. Diucapkan atau dituturkan.
Naskah siaran harus berupa bahasa tutur, bukan bahasa cetak. Hindari kata- kata yang bersifat cetak. Misal : “ seperti dijelaskan diatas…., “ penggunaan kata “ Atas “ tentu saja tidak di perkenankan, karena pemirsa tidak bisa melihat informasi sebelumnya. Kata “atas “ sebaiknya di ganti dengan “ tadi” atau “ sebelumnya “
2. Dari orang ke orang.
Naskah siaran hendaknya menggunakan bahasa pergaulan. Hal ini penting untuk lebih menambah kelancaan komunikasi antara media dan pemirsanya.
3. Sinkronisasi dengan gambar yang ditampilkan.
Naskah yang disampaikan harus sesuai dengan sinematografi yang ditampilkan. Inilah yang membedakan televisi dengan media yang lainnya. Keakurasian lebih dipertimbangkan dalam penyampaikan sebuah informasi. Dalam dunia Audio visual, seorang penulis naskah atau jurnalist harus menyampaikan infomasi sesuai dengan gambar yang ada.

 Struktur penulisan News dan produksi untuk TV
Penulisan narasi untuk televisi terdapat 2 hal yang berbeda. Yakni penulisan narasi untuk PRODUKSI dan penulisan narasi untuk BERITA
Secara prinsip keduanya mempunyai perbedaan yakni
o Penulisan untuk produksi lebih bersifat luwes dan bisa menggunakan permainan gaya bahasa, perumpaan, berbagai majas dan tidak dibatasi dengan penggunaan gaya bahasa. Biasanya penulisannya disesuaikan dengan program. Berbeda dengan penulisan narasi untuk news, yang lebih banyak mengacu pada kaidah – kaidah penulisan jurnalistik, dan sebisanya tidak menggunakan bahasa yang bertele- tele.

Struktur Penulisan Narasi untuk berita TV
Berita- berita di Televisi ditampilkan melalui Voice over +slide bulletins ( gambar – gambar berita yang dilatar belakangi dengan narasi ) yang ringkas ( summeries ) sebagai bagian dari pengembangan network production.
Berita dalam televisi dikatagorikan menjadi 2 yakni
1. Hard news events. Antara lain : kebakaran, kejahatan, bencana alam, peristiwa yang tidak diharapkan , dsb
2. Soft news atau berita- berita ringan
o Pola yang dianggap ideal dalam berita Televisi disebut cerita lima kalimat ( a five sentence news story ) artinya, bila mungkin tiap topik berita cukup terdiri dari lima hal sebagai berikut :
1. Inti berita ( lead )
2. Detil yang penting
3. Latar belakang peristiwa
4. Detil lain
5. Intepretasi peristiwa
o Bentuk lain dari penyusunan berita dengan pola piramida terbalik
1. Apakah beritanya; kalimat awal ; apakah inti beritanya.
Di awalpun sudah dapat kita sampaikan inti dari berita ( hot issue ) sebgai emphasis dari sebuah berita yang akan disampaikan. Cara ini untuk menarik pemirsa untuk terus mengikuti berita sampai dengan akhir.
2. Setting kejadian
Setting kejadian meliputi seperti apa kejadiannya, pelaku utama, dimana terjadi dan pada kesempatan apa kejadian itu berlangsung.
3. Rincian ( detil )
Elemen- elemen lain dari cerita ditulis dengan menambahkan fakta yang mendukung untuk melengkapi berita.
4. Latar belakang konteks, kata, ungkapan atau kalimat yang menjadikan cerita lebih jelas dan pemirsa ingin tahu mengapa peristiwa tersebut terjadi
5. Rincian lain; gunakan perbandingan dengan peristiwa lain sehigga terlihat perbedaannnya dengan peristiwa biasa.


o Penyampaian berita Telvesi hendaknya minimal menempatkan pola 5W+1H
1. What, apa beritanya
2. Where, Dimana Kejadian berlangsung
3. Who, Siapa person yang terkait
4. When, kapan terjadinya
5. Why, Mengapa itu terjadi
6. How, Bagaimana kejadiannya

o Alur kerja penulisan naskah berita pada Televisi
Penulis naskah berita televisi adalah sorang journalist ( wartawan ) atau reporter. yang bertugas untuk menyampaikan sebuah informasi kepada pemirsanya. Ada kalanya seorang reporter juga dibekali dengan kemampuan untuk mengabil gamabr melalui camera atau handycam.
Di lokasi kejadian peritiwa, yang harus dilakukan reporter adalah sebagai berikut :
1. Merekam wawancara dengan orang- orang yang dimintai keterangan
2. Merekam general shot Yakni kumpulan gambar peristiwa tersebut.
3. Merekam Stand up ( rekaman gamabr reporter ) yang melakukan petisi ( penyampaian informasi secara singkat untuk menutup reportase ). Namun poin 3 ini tidak harus dilakukan, bila tidak begitu urgent. Apalagi jika reporter memegang kamera sendiri.
4. Membuat catatan – catatan di lapangan yang dipergunakan untuk sebuah naskah pada saat melakukan penulisan.
Setelah kembali ke studio, beberapa hal yang dilakukan :
1. me-review tape hasil rekaman dengan sequences yang tepat dan sesuai dengan urutan peristiwa. Biasanya pemutaran ini di barengi dengan proses canture gambar ke komputer. Dalam tahap ini seorang reporter akan mengingat kembali peristiwa dilapangan sebgai bekal untuk menulis.
2. menyusun naskah berita


3. Take voice. Pembacaan naskah berita yang telah siap, bisa dilakukan dengan 2 versi yakni secara live ( pada saat on air berita ) atau pada saat proses editing. Pembacaan naskah – voice over di rekam di editing, kemudian editor menyelaraskan antara suara narasi dengan gambar yang diperoleh dilapangan. Tentu saja faktor durasi menjadi petimbangan pada tahap ini. Berita televisi yang idela tidaklebih dari 3 menit dalam penyampaiannya. Disinilah peran editor untuk mengedit berita, agar tak berkesan bertele- tele, ringkas tetapi tidak menguangi isi berita.
4. Redered. – proses menyatukan gambar , narasi dan soundeffect ( bila diperlukan ) kedalam suatu file mpeg2, lalu dikirim ke master control. Sementara di Studio blue screen telah siap news reader yang akan membaca lead melalui sebuah telepromter, sebagai pengantar berita yang akan disajikan.

**

 Contoh penulisan narasi berita untuk TV

BATU, SOSIALISASI UU PERLINDUNGAN KONSUMEN, WALI KOTA BERI BANTUAN
Industri kecil menengah / diharapkan dapat membantu mengatasi krisis ekonomi bangsa yang berkepanjangan / dengan meningkatkan mutu produk sesuai dengan aturan UU konsumen // inilah harapan Wali kota Batu dalam pidato pembukaan acara sosialisasi UU perlindungan konsumen dan metrologi legal se kota Batu / siang tadi // *
Maraknya kasus keracunan serta isu-isu penggunaan formalin boraks sebagai bahan tambahan pangan berbahaya /mendorong dinas perindustrian dan perdagangan kota batu mensosialisasikan UU perlindungan konsumen di hotel metropole jumat siang tadi // Acara yang dibuka oleh walikota ini / bertujuan untuk meningkatkan mutu kualitas / serta mutu kuantitas produk industri kecil menengah atau IKM di kota Batu / sesuai UU perlindungan konsumen //
Sebelum sosialisasi / wali kota batu memberikan bantuan alat perindustrian secara simbolis kepada IKM binaan Disperindak // diantaranya mesin pemotong / alat memasak / serta mesin diesel // alat- alat ini diharapkan mempermudah kinerja serta membantu peningkatan mutu industri di kota batu //
( insert wali kota berbincang dengan IKM penerima mesin diesel )
Dalam sambutannya / wali kota mengharapkan / IKM membantu mengatasi krisis ekonomi yang panjang / dengan produk bermutu yang dihasilkan//wali kota berjanji akan melakukan keperpihakan kepada industri kecil dengan pendekatan ekonomi kerakyatan// hal senada di ungkapkan oleh kepala dinas perindustrian dan perdagangan / Ir. Ahmad Safiudin.//
( insert Ir. Ahmad Safiudin – kadin disperindak )
Sementara itu / acara sosialisasi yang diikuti oleh kepala unit kerja / kalangan pengusaha dan kalangan pendidikan itu / juga diberikan pemahaman akan arti pentingnya pelayanan mutu kepada konsumen // salah satunya dengan tidak menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya yang dapat merugikan komsumen // di akhir acara / Disperindak merekomendasikan bahan tambahan makanan yang layak di kosumsi oleh masyarakat berserta takaran penggunaannya //
Akbar jenggo ATV Batu / melaporkan ///
*) lead yang dibacakan oleh news reader

Struktur Penulisan Narasi untuk Program TV
Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa penulisan narasi untuk program dan produksi akan lebih fleksibel dari pada penulisan untuk naskah berita. Disini kita bebas untuk menggunakan gaya bahasa dan penggunaan kaliamat- kalimat kiasan. Tentu saja disesuaikan dengan karakter program, serta segmentasi program di peruntukkan. Dalam penulisan anrasi untuk program anak – anak , tentu saja kita sebisa mungkin menghindari pemilihan kata atau istilah yang kurang di mengerti. Sebaliknya dalam penulisan narasi untuk program dewasa, seorang scriptwriter bebas untuk menggunakan bahasa, isitlah atau perumpamaan-perumpaan pendukung. Tetapi sekali lagi untuk siapa narasi itu di tulis adalah dasar utama sebelum memulai penulisan.
Alur kerja Penulisan naskah dalam sebuah produksi TV
Dalam sebuah produksi televisi, dilakukan beberapa tahapan demi tahapan. Tahapan tersebut diantaranya pra produksi, produksi dan post produksi. Masing- masing tahapan mempunyai fungsi dan pembagian kerja yang berbeda. Lalu, dimana letak kerja penulisan naskah, dan kapan kita mulai bekerja..?
Secara global terdapat dalam penjabaran berikut :
• Tahap 1 – pra produksi
Di alur ini, produser dengan crew ( yang biasanya terdiri dari kameramen, presenter, editor, direct, marketing, serta scriptwriter ) melakukan meeting produksi awal, guna merencanakan sebuah proses produksi. Dalam tahapan ini membahas mengenai strenght, weeknes, opportunity, serta segmented program. Ditahap ini juga produser sudah memegang rancangan produksi awal untuk melakukan proses observasi sebelum proses produksi di mulai. Dari sinilah seorang scriptwriter mulai bekerja. Ia harus peka dan mengetahui betul apa dan bagaimana gambaran ( bentuk – bentuk tulisan ) yang akan ia buat, sesuai dengan kerangka produksi acara. Di sini para scriptwriter harus sudah mengetahui, untuk kalangan siapa dia menulis. Sehingga ia sudah bisa menentukan pola atau gaya bahasa yang akan di gunakan. Misal, jika program tersebtu untuk anak – anak, maka bentuk penulisannya akan sangat berbeda dengan pola penulisan model program investigasi yang nota bene untuk orang dewasa.
• Tahap 2 – Produksi
Dalam proses produksi, seorang script writer akan lebih baik jika ikut terjun dilapangan untuk mengetahui secara langsung pengambilan gambar. Meski penulisan naskah sendiri dimulai pada post produksi. Mengapa dirasa perlu, diharapkan scriptwriter mendapatkan feel dari peristiwa yang akan ditulisnya. Ditahap inilah seorang scriptwriter mendapatkan nafas tulisannya. misalnya ketika seorang scriptwriter akan menulis untuk program features “ kehidupan dibalik penjara medaeng “, yang dia butuhkan selain menaptkan banyak sekali data- data sesuai dengan sinematografi yang di dapat, seorang scriptwriter akan lebih mudah menggambarkan suasana yang ada disana, jika ia sendiri ikut merasakan atmosfir dan kehidupan yang ada di rutan medaeng.


• Tahap 3 – post produksi
Pada Proses post pro, mulailah seorang script writer bekerja. Dengan data- data dilapangan, ia merangkai informasi tersebut dalam sebuah naskah atau narasi. Poin penting yang perlu diperhatikan adalah narasi haruslah singkron dengan sinematorgrafi yang ada. Alangkah konyolnya jika narasi bertolak belakang dengan video yang disajikan. Karena pada intinya narasi berfungsi memperkuat tayagan video, dan sebaliknya. Karenanya sebelum proses penulisan narasi dimulai, sangat dianjurkan agar seorang scriptwriter melihat dulu keseluruhan gambar yang telah terekam, baru ia memulai untuk menulis sesuai dengan rundown atau runtutan peristiwa yang disajikan. Setelah proses narasi selesai di lakukan, maka hal selanjutnya yang di lakukan adalah take voice. Disini seorang scriptwriter juga berperan untuk mendengar bagaimana kualitas dubing. Apakah narasi yang ia tulis cukup memberikan ‘nyawa’ atau terkesan flat tanpa kesan. Scriptwriter bertindak juga sebagai direct untuk intonasi, pronouns, serta warna duber sesuai dengan yang di inginkan.

 Tips menulis untuk produksi
Sebenarnya menulis dalam bahasa tutur, adalah penjabaran kata- kata atau obrolan dalam huruf – huruf. Namun tentus saja, menulis narasi tidak semudah ketika kita berbicara dengan orang-per orang. Berikut tips agar menulis menjadi hal yang menyenangkan, dan penggalian ide bisa semudah kita mencoretkan pena diatas kertas.
1. Jangan takut bermain kata-kata
2. Lebih banyak berimajinasi
3. Banyaklah membaca atau menonton untuk mencari ragam referensi
4. Pekalah terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar
5. Jangan segan untuk menulis sesuatu meski hanya sepenggal saja dalam 1 hari


 Contoh penulisan naskah Produksi untuk Televisi
Nama Program : LENSA
Produser : Sarah mawardi
Katagori program : News- investigasi
Edisi : “ Tante pencari sensasi tak biasa “
Durasi : 30 menit
ScriptWriter : Sarah Mawardi


NO AUDIO VIDEO NARASI
01 BAMPER LENSA
02 intro







cuplikan
cut- to cut beberapa secuel




NARASI 1
Selamat malam teman lensa, apa kabar anda malam ini.., kami temani istirahat malam anda dengan sejenak melihat sisi lain di sekitar kita. Memang, lensa tak bisa lepas dengan aktifitas dunia malam yang datang silih berganti. Apa yang terekam di lensa malam ini..?
Anda akan kami suguhkan dengan fenomena perempuan paruh baya yang kerap hanting untuk mencari sensasi tak biasa di luar rumah. Target mereka adalah anak muda yang membutuhkan sejumlah rupiah. Simak penelusuran tim lensa dalam mencari jejak perempuan paruh baya yang konon selalu berkantung tebal itu.
Bagaimana kehidupan mereka, apa sebenarnya yang mereka cari di luaran. Temukan jawabannya dalam lensa Tante pencari jejak tak biasa, malam ini..
03 Slide judul
judul : Lensa tante pencari sesasi tak biasa
bamper
04 Host opening ( act 1 ) HOST:
Malam telah bergulir. Praktis, aktifitas ini di sambut oleh mereka yang memang berkiprah, di dunia malam. Selamat malam…teman lensa, Apa kabar anda…??
lensa kembali menyuguhkan sisi lain, yang terkadang luput dari perhatian kita.
Fenomena perempuan paruh baya, mencari keupasan hubungan intim di luar rumah, akan kami suguhkan di depan anda. Hunting di tengah malam dengan tetap menjaga image. Bagaimana kehidupan Tante pencari keuasan ini..,? simak di lensa berikut……
07
Yang ngebit…
Galamour kehidupan malam dengan gambar tante- tante







Aktifitas nining Dkk.., isalon, di perhiasan, belanj- belanja.., di Bali KV, dll…


Aktiitas nining DKK di blesing KV.
Tak mengherankan jika dunia malam menawarkan banyak sensai yang tak biasa. Anda yang biasa menikmati dunia ini untuk sekedar konkow di KV, atau clubing, pasti tak menyangkal jika kerlap – kerlip lampu malam memang banyak menawarkan sensai tersendiri.
Banyak hal yang bisa kita jumpai di sini. Termasuk Mereka yang memang sengaja mencari sensasi tak biasa.
Diantara bidikan lesna ini, kami menemukan beberapa sosok perempuan paruh baya, yang begitu asik menikmati guratan malam yang terus mengalir.
Perempuan berkelas dan terlihat berkntung tebal dengan dandanan yang menunjukkan kelas dan status itu, terus saja terlena seiring dengan hentakan musik dan remang lampu diskotik.
Lensa terus menelusuri salah satu dari mereka. permpuan paruh baya, yang sejenak melupakan paraigma, status sebagai ibu rumah tangga.
Dan salah satu dari komunitas yang kami jumpai melam itu memang bukan ibu rumah tangga biasa.
Ya.., di antara warna- warni live style di jaman yang makin global ini, ada sosok permpuan paruh baya, yang memang mendambakan senasi tak biasa, apalagi jika bukan kebutuhan seks. Merekapun bertebaran di KV atau diskotik untuk mencari mereka yang memang membutuhkan sang tante dengan alasan kebutuhan ekonomi.
Tante girang, demikian panggilan untuk perempuan paruh baya ini. Bukan tanpa alasan memang, jika mereka mencari kepuasan seks di luar rumah. Tak tangung – tanggung, mereka yang dicari adalah pemuda puluhan dan bahkan belasan tahun. Jangan pernah membayangkan jika penampilan sang tante seperti perempuan paruh baya kebayakan. Sang tante biasa tampil dengan dandannan modis dan glamour. Daya pikatnya pun bak gadis remaja. Dan salah satu kelebihan yang dimiliki adalah kantung tebal dan segala fasilitas yang menggiurkan.
Komunitas ini memang bukan datang dari kaum kebanyakan. Rata- rata, mereka berasal dari strata menengah keatas dengan gelimang kemewahan.. dan bahwakan tak sedikit pula yang berstatus istri orang- orang yang punya pengaruh di kehidupan bermasyarakat.
8 Dedik psikolog. 1
9
Aktiitas malam…

Blow up tante mira






( narasumber TG ) Banyak alasan memang, mengapa begitu banyak sang tante mencari sensai seks di luar rumah. Selain alasan life tyle, atau kecewa dengan sang suami kebiasaan dari muda-pun membawa pengaruh ketika usia paruh baya sudah menjemput.
Malam itu, lensa berhasil bertemu dengan sang tante. Memang , agak susah mencari tahu tentang livesyle yang penuh privasi itu. Karena memang gaya hidup seperti ini lebih tersimpan rapi dengan alasan image di masyarakat.
Kami bertemu dengan sosok mereka yang biasa di sebut dengan tante girang. Sebut saja Tante mira. Ia berusia kurang lebih 40 tahun. Statusnya menjadi istri seorang bule dengan harta melimpah tak membuatnya puas dalam menjalani kehiupan ranjang bersama sang suami. Tante mirapun asik hunting di tengah malam demi kepuasan hubungan intim yang di dambakannya.
Sekarang simak wawancara ekslusif lensa dengan sosok yang mendapat julukan tante girang ini.
10 Wawancara tante
mira 1
Mengapa menjadi sosok tante girang.
Bagitulah tante mira, statusnya sebagai wanita berkelas, memanjakannya untuk bisa mendapatkan apa saja yang ia inginkan. Dalam kehidupan bermasyarakatpun ia dipandang sebagai sosok yang baik- baik saja. Tak ada masalah. Sampai akhirya sang tante merasa cukup kesepian karena suami kurang bisa mendapatkan yang ia inginkan dalam konteks hubungan intim di ranjang. Tante mirapun mencoba untuk hunting, mencari kenikmatan ia dambakan.
Waancara psikolog 2
Sebutan tante girang , tak membuat mereka risih. Sebutan ini hanya sebagai status yang tak perlu dipermasalahkan, karena hingga detik inipun tak seorangpun dari kelurga dekat, dan bahkan suami mengetahui kiprahnya di dunia malam.
Tentu saja curi – curi waktu, adalah hal yang biasa di lakukan. Tak susah mencari seribu macam alasan, demi kondisi yang baik – baik saja.
Wawancara tante 2
Ilustrasi : di selecta
Talent : tante girang dkk…, brondon verry..
Diperankan oleh model








Ilustrasi kulub di Rumah Kawi..
Diperankan oleh model Bicara masalah livestyle, lensa menelusuri dan menemukan satu gaya hidup yang begitu akrap dengan kemewahan. Para tante ini biasa berkumpul di satu lokasi untuk mengadakan arisan. Tak tanggung- tanggung. Arisan pun tak jauh – jauh dengan urusan cowok. Disinilah tempat sang tante untuk menunjukkan identitas dirinya. Bagi mereka, perhiasan dan segala bentuk kemewahan lainya memang layak untuk dipertontotonkan, dan bahkan di perlombakan. Kumpulan perempuan paruh baya, dengan predikat elegan dan penuh dengan kemudahan mendapatkan fasilitas di jaman moderen ini, terjadi pada masyarakat metro kita.
Sekedar kumpul, untuk memperebutkan satu buruan, melalui lotre. Dan menjadi pemenang adalah sebuah kebangaan.
Perempuan berkelas dan konon menyandang predikat terhormat ini, bertebaran jika dunia malam telah membuka aktifitasnya. Disinilah sang tante mencari sosok yang diburu. Mereka yang menjadi sasaran perburuan sang tante adalah remaja belasan tahun atau anak kuliahan yang butuh secara ekonomi. bagi tante mira tak sulit untuk menemukan sosok ini. Dengan modal kantung tebal dan dananan modis, tak susah menapatkan pasangan kencan malam itu.
Host Tante girang, demikian istilah ini akrap disebut, untuk menggambarkan fenemona wanita paruh baya yang butuh sensasi berbeda di luar rumah.
KV, Discotik dan tempat hiburan malam, bertebaran oleh brondong yang memang menjadi sasaran bagi sang tante untuk mencari kepuasan. Bgaimana petualang sang tante dalam mencari mangsa..? temukan jawabannya di lensa setalh yang berikut…
Break 1
Aktifitas nining DKK di Blesing KV-- Begitulah..,.., moderenisasi telah membuat batasan norma dan etika terkadang tak lagi bicara. Sudah tak perduli lagi memang, dengan batasan prilaku bagi mereka yang mengaku sebagai kaum terhormat.
Dan jangan pernah heran, jika anda mendapati pemandangan syur disana- sini, atau.., pasangan berdongong dengan perempuan – perempuan paruh baya..
Bicara masalah Tante girang, bicara juga kita tentang gigolo. Sebutan ini di peruntukkan untuk mereka yang siap melayani sensasi hubungan intim yang diburu oleh perempuan paruh baya ini.
Fenomena tante girang dan gigolo bukan hal yang baru lagi di jaman moderen . Keduanya bak kait yang membutuhkan satu sama lain.

Mm.. Pemuda seperti apa yang di buru sang tante sebagai pasangan kencannya…??
wawancara gigolo 1 tentang
sosok yang dicari oleh tante girang
Alex. Demikian panggilan akrap gigolo berusia 23 tahun ini. Ia mengku menjadi pemuas biologis sang tante sejak 8 tahun silam. Sebagai gigolo, ia mengeti betul dimana titik – titik untuk memuaskan sang tante, dan sebisa mungkin tak ada kata kecewa, bagi penyewa jasanya. wow
Gigolo 2 tentang titik-titik kepuasan tante girang..
Ilustrasi kepix dan tante di Batu plaza. Adegan diperankan ole model Beginilah…, sang tante.. berusaha untuk memanjakan pasangan kencannya. Tak sayang mengeluarkan jutaan rupiah, demi sensasi yang ingin ia dapatkan dari penyaji esek –esek untuk paruh baya.
Seperti halnya sang tante yang ingin memenuhi kebutuhan materi pasangan kencannya, demikian juga sang penyaji jasa, ingin memanfaatkan fasilitas yang diinginkannya dengan sangat mudah.
Wawancara tante mira 3 tentang pengorbanan yang ia keluarkan
wawancara psikolog- 3 dedik
Kepix dan tante di belseing KV adegan di perankan oleh model. Layaknya penjual dan pembeli, begitu juga yang terjadi antara tante girang dan gigolo. Sebelum sampai ketempat tidur, ada kesepakatan- kesepakatan yang mereka buat, termasuk meminimalisir resiko, jika ketemu dengan anak, suami atau keluarga sang tante.
Wawancara gigolo 3 tentang minimlisir resiko dan kesepakatan yang dibuat
Provesi sebagai gigolo menemani tante- tante yang selalu haus akan sensasi liar memang bukan tanpa resiko. Demikian juga dengan sang tante. Image wanita terhoramat dan berkelas yang disandangnya juga menjadi sebuah pertaruhan yang tak bisa dibilang sederhana.
Namun bergitulah.., jika hasrat telah mengalahkan segalanya. Masa bodoh image, keluarga atau norma dan batasan etika.
Beberapa diantaranya bahkan ada yang ingin sekali meneruskan nya dalam jenjang pernikahan. Sebagai gigolo, alex juga pernah mendapat pinangan sang tante..
wawancara gigolo 4
tentang di ajak marit
Lampu- lampu jalanan tante girang, gigolo dan semacamnya yang haus akan sensai hubungan intim menggeliat, bak jamur di malam hari. Remang- remang lampu malam seolah menjad saksi atas dua anak mnusia beda jenis, yang terus haus akan sensasi sesaat. Semua nya berjaln, seprti tak pernah ada yang dapat mengentikannya. Transaksi demi transaksi terjadi hampir tiap hari, disaat malam telah menunjukkan peseonanya….
Host pengantr break 2 Wow…, memilih pasangan kencan bagi sang tante memang, bukan sembarang orang. Dengan modal kantong tebal, sang tante bisa dengan bebas memilih pasangan kencannya. Sasarannyapun bisa pelajar atau mahasiswa, yang punya tampang perlente. Sang tante pun klepek.. klepek dibuatnya. Seperti apa sensasi hubungan intim yang di cari, temukan jawabannya di lensa setelah ini
Break 2
Bamper
Insert dunia malam…
Wancara psikolog 4 dedik.
Dalam urusan tempat tidur.., memang mempunyai cerita yang berbeda. Alex menuturkan, tak aneh – aneh sebenarnya permintaan sang tante dalam bercinta. Selain kepuasan hubungan intim , tuntutan agar tante merasa girang, adalah syarat utama. Pembokinganpun bisa dilakukan lewat telpon, Atau bertemu ditempat biasa. Pertemuan-pun terjadi. Villa hingga hotel mewah berkelas menjadi sasaran untuk melakukan suatu kesepakatan.
Insert gigolo 5, tentang gaya seks dan anak muda

Pada bagian ini sertakan insert Talent untuk adegan xxx. Adegan dipernkan oleh model,
Insert tante 4 tentang gaya seks
Untuk urusan tarif, para penyedia jasa esek- esek perempuan paruh baya ini, memang tak ada patokan. Tapi jika boleh dibuat kisaran. Sang tante biasanya memberikan nominal satu hingga satu setengah sekali kencan. Tentu nominal ini belum termasuk fasilitas– fasilitas lain yang diberikan.
Tante mira sendiri mengaku bahkan pernah habis- habisan membiayai teman kencannya. Mulai dari biaya sekolah, hingga modal usaha.
Wawancara tante 5 tentang fasilitas yang diberikan hingga habis- habisan.
Suasana malam



Blow up tante.. Semakin moderen jaman, semakin banyak pula warna- warni yang terkadang meyilaukan mata. Gaya hidup dengan pemburuan sensasi tak lazim, memang sangat mengasikkan. Tetapi keterlenaan dengan kenikmatan sesaat ini terkadang membuat lupa daratan.
Itu pula yang dirasakan oleh tante mira. Kini ia merasakan betul, resiko yang haris ditempuh. Status ekonomminya merosot drastis, karena tertipu oleh teman kencannya.
Wawancara tante 6 tentang kebangkutannya
Begitulah tante mira, hanya bisa mengenang masa lalunya yang kelam. Kemewahan yang dulu disandangnyapun menguap, hanya untuk di habiskan dengn teman kencan.
Lain halnya dengan Ale yang kini masih menggeluti provesi ini.
Ia merasa, tuntutan ekonomi dan livestyle yang menuntut banyak rupiah menuntutnya untuk tetap menjalankan provesi penyedia esek- esek bagi parempuan paruh baya. Tetapi. Ale-pun berangan – angan untuk mengakhiri dunia kelam yang saat sekarang masih di arunginya.
Wawancara gigolo 6
Tentang ingin mengakhiri provesinya
Gigolo, tante girang, atau apapun sebutan yang melekat pada diri pemburu dan penjaj jasa esek – esek ini, memang bertebaran di antara kita. Keberadaannya yang sulit di tembus menjadi sebuah komunitas sendiri, ditengah masyarakat kita. Jika ada pertanyaan, mengapa mereka begitu gita mencari sensai kenimatan sesaat ini, hanya mereka yang bisa menjawab……….
Host.. Dunia malam memang penuh dengan warna- warni. Dan fenomena sang tante kami akhiri sampai disini. Semoga, lesa ini dapat membuka cakrawala anda, tentang fenomena- fenomena yang terjadi di sekitar kita.
Dari Hotel terang bulan batu, Saya yusi melinda berserta kerabat kerja lensa , menyampaikan terimakasih atas kebersamaan anda, ingat lensa ini akan terus bicara, meguak sisi lain hidup. Dan pastikan tak kan pernah melewatkannya.
Selamat malam , selamat beristirahat dan salam lensa………..
Kredit tille..




Read More......

GELIAT PENYANYI MALAM YANG SEKALIGUS BERPROFESI SEBAGAI PENYEDIA JASA ESEK-ESEK



Suasana hiburan malam, dan segala hingar bingar- bingarnya, tak lengkap Rasanya tanpa kehadiran penyanyi sebagai empasis suasana. Penyanyi, Dengan suara dan gerak tubuhnya yang aduhai banyak bertebaran di tempat - tempat hiburan malam. Lihat saja wajah cantik berbalut make up tebal itu., semua mata memandang seolah tak ingin melewatkan seikitpun gemulai dan gerak yang ia timbulkan. Apa lagi kalau bukan ingin mencari perhatian dari penontonnya.

Dunia kaum penyanyi, baik berbentuk orkesan, atau singgle memang tak jauh dari godaan aroma dunia malam. Gaya hidup yang di tuntuntut berpenampilan prima dan cukup matang, membuat sebagian diantra mereka, berusaha untuk mencari tambahan penghasilan.

Dari penelusuran tim investigasi lensa, kami menemukan fenomena penyanyi plus- plus. Sebutan untuk para penyanyi yang bekerja sambilan sebagai penjaja seks.( mmm) menarik untuk di simak. Mengingat image yang harus di jaga , jadi pertaruhan. Bagaimana kehidupan penyanyi plus- plus ini..?



Sejak jaman dahulu penyanyi memang menjadi salah satu profesi yang mempunyai daya tarik tersendiri. Penampilan dan suara yang di senandungkannya, menciptakannya sebagai sosok populer, dikenal, dan juga menjadi populer.

Bicara masalah penyanyi populer, indonesia banyak di banjiri oleh penyanyi- penyanyi profesional , yang melegenda. Sebut saja, penyanyi yang masih eksis hingga sekarang, seperti titik puspa, krisye, iwan fals, serta meereka yang telah tiada, seperti almarhum gombloh, almarhumah nike ardila, dan masih banyak lagi.

Lewat lagu – lagu yang di nyanyikan para penyanyi legendaris ini, nyaris tak hilang di telan masa meski sekarang masyarakat indonesia hanya bisa mendengarkan suara dan melihat penampilan mereka hanya dari kepingan cd, tanpa bisa lagi melihat perkembangan karier mereka.

Seiring perkembangan jaman, penyanyi barupun bermunculan. Lihat saja bayak sekali grob ban terkenal negeri ini, seprti shela on 7, padi, petter pan atau yang baru - baru ini booming, seprti somson.

tentu saja ketenaran dan kesuksesan yang mereka alami bukan seuatu yang didapat secara instan. banyak kerja keras yang menyerta di belakangnya. Seorang penyanyi juga mempunyai koridor- koridor yang dituntut, untuk memenuhi standart pencapaian sebuah kesuksesan.

Menjadi seroang bintang memang tak mudah. Banyak liku – liku serta sederetan persyaratan yang harus di jalanni oleh para biduan. Kita sendiri dapat membayangkan betapa keras perjuangan, biduan indonesia, yang bintangnya tetap berpijar dari sekarang. Live style yang cenderung glomour dan akrap dengan dunia malam, tak jarang menyeret mereka untuk tergiur dengan warna- warni dunia yang menyilaukan. Apalagi untuk para biduan yang memang telah redup sinar-nya. Mucul fenomemena penyanyi plus- plus. Sebutan untuk biduan yang juga mempunayi profesi sambilan sebagai wanita penjaja esek- esek. Persaingan memang penuh dengan intrik. Bisa jadi karena lingkungan atau memang livestyle serta kebutuhan akan popularitas muncul mereka yang berprofesi ganda sebagai penyannyi di atas panggung dan menghibur diatas tempat tidur

Memang, profesi sebagai penjaja esek- esek bisa terbungkus oleh apa saja. Bisa juga penyanyi atau profesi yang lainnya. Namun jika di telaah lebih dalam, akan muncul beribu pertanyaan, mengapa profesi yang akrab dnegan kemewahan dan identik negan cepat menghasilkan rupiah itu, juga sekaligus nyambi menjadi pekerja esek- esek.

Lensa bertemu dengan nency. Seorang biduan yang mengaku telah lama menjual suara, dan sekaligus sebagai penyedia bisnis esek- esek. Sebuatan penyanyi plus- plus pun melekat pada perempuan berumur 24 tahun itu

Penyanyi plus- plus, memang banyak berterbaran di tempat- tempat hiburan malam. Tak hanya pelanggan yang datang, tetapi ,mereka juga kerap hunting, di kala selesai menyanyi. Nency misalnya , mengaku ia tak hanya menunggu pelangan menggunakan jasanya, tetapi juga ia lebih aktif untuk mencari pelanggan alias jemput bola

Tak sedikit dari penyanyi plus- plus yang juga menjadi istri simpanan orang- orang yang berpengaruh dan punya kontong tebal. Setidaknya nency juga menyandang status sebagai istri simpanan. Tak risih ia menjadi istri kedua- karena semua itu menurutnya bisa mendongkrak popularitasnya sebagai penyanyi sejaligus, menaikkan standart hidup. Entah apa maksudnya

Mendukung karier. Demikian alasan mengapa penyanyi plu- plus, juga berprofesi ganda menjadi plus- plus serta menjadi simpanan istri orang- orang terkenal. Jika memang ekonomi bukan alasan utama, Bisa jadi profesi sambilan ini, untuk membuatnya lebih populer, istilahnya sebgai batu loncatan ke jenjang lebih tinggi…

Penyanyi, dimanapun keberadaannya memang, masihmenjadi primadona dan empasis dimana mereka berada. Munculnya penyanyi plus- plus hanya sebuah effect dari gaya hiup yang makin moderen dan kompleks. Meski beberapa penyanyi merasa gerah mendengarnya, dengan alasan mencoreng profesi luhur, tapi tak menutup mata, keberadaan mereka tetap ada isekitar kkita. Kembali mengusung tak ada justifikasi, fenomena penyanyi plus- plus adalah salah satu gambaran masyarakat moderen, yang rasanya memang tak perlu dissisihkan karena setiap orang pnya jalan masing- masing..

Read More......

MENEROPONG JEJAK KAUM LESBIAN


sejarah mempercayai, bahwa lesbian berkembang dari yunani dengan bukti , bahwa kata lesbian diambil dari kata lesbos, yakni nama sebuah pulau di sana. Sekian abad silam, hubungan antar kaum hawa ini jarang sekali terjadi, bisa dimaklumi karena memang hubungan antar sejenis ini lebih rapat tersimpan rapi, dari pada kaum homo seksual. bisa jadi.,. kaum feminisme lebih pintar mengeksplorasi cinta yang mereka dapatkan. Terkadang apa yang bergejolak, tak mudah di terjemahkan oleh kaum pria. Karena secara kodrati, wanita memang dianugrahi perasaan lembut dan sensitifitas yang cukup tinggi.
Fenomena cinta sejenis perempuan dan perempuan, memang bukan hal yang baru dalam gaya hidup masyarakat metro moderen. Meski sekali lagi keberadaannya masih sangat rahasia. Begitu susah memang menditeksi hubungan ini



Banyak Istilah –istilah yang lazim digunakan dalam dunia lesbian. Istilah ini memgerucut pada discripsi hetero seksual kaum perempuan. Diantara banyak istilah itu, kami menemukan istilah lipstick. Untuk meniskripikan femine lesbian. Istilah ini diperuntukkan untuk mereka yang suka bermake up dan cenderung memliki sifat keperempuanan. Jauh berbeda dengan perempuan bersifat kelelaki- lakian atau lebih di kenal dengan istilah dyke.
Lesbian dalam katagori ini adalah lesbian yang bertidak sebagai sang maskulin. Layaknya pria, ia bertugas untuk melindungi dan mengayomi. Lesbian dyke yang biasanya berkembang atas latar belakang historical masa kecil. Lain halnya dengan lesbian lipstik yang jauh lebih feminin dan layaknya kum perempuan kebanyakan.

Hasil penelusuran lensa minggu ini, menemukan bahwa terjadinya cinta sejenis, Lesbian terlatar belakangi dari banyak hal.. Misalnya.. karena bentukan orang tua yang menginginkan mereka tumbuh menjadi lelaki, pengaruh ,lingkungan serta karakteristik yang memaksa mereka tumbuh menjadi gadis tomboy, dan pada akhirnya membawa mereka lebih dekat dengan pribadi maskulin. Dari sini bisa ditebak, kemana arahnya. Merekapun lebih tertarik dengan gemulai seorang wanita, dari pada keperkasaan seorang pria. Hal ini lah yang menyebabkan, terjadinya dyke, atau perempuan yang sangat kelelaki- lakian
Di sisi lain, Trauma masa kecil, juga bisa jadi menjadi salah satu pemicu terjadinya lesbian. Dari sini bisa memunculkan kengganannya bergaul dengan kaum lelaki, karena paradigma yang dibentuk dari awal, bahwa lelaki memang sosok yang sangat menakutkan dan harus dijauhi.
Penghianatan yang diterima secara berulang kali, perselingkuhan dan juga kekerasan yang pada akhirnya bermuara pada dendam dengan kaum lelaki. Adalah juga salah satu alasan mengapa kaum lesbian ini, memutuskan untuk tidak lagi percaya dengan cinta yang ditawarkan oleh mereka yang menglkim dirinya sebagai makluk jantan itu.
Rasa ini akhirnya terakumulasi menjadi sebuah babak baru dalam dunia percintan mereka. Pengalihan rasa terhadap sesama perempuan mencetakknya sebagai kaum lesbian
Sekali lagi, memang tidak mudah menelusui dunia kaum lesbian. Komunitas mereka lebih tersimpan rapih, dan sangat sulit ditembus. Apalagi untuk diangkat dalam lensa ini.
Entah, karena perempuan lebih pandai menyimpannya secara rapat- rapat ataukah.. memang begitulah seharusnya. Sebauh perasaan yang rasanya tak perlu di gemabar- gemborkan dengan alasan bahwa cinta ini hanya untuk di nikmati berdua saja, tanpa harus memperoleh sebuah pengakuan.
Minggu ini lensa berhasil bertemu dengan pasangan lesbian, yang mengku telah tinggal serumah untuk beberapa waktu lamanya. Pasangan ini bertemu akibat kesamaan rasa saling membutuhkan di antara keduanya. Sebut saja mereka atik dan rini. Keduanya memang mempunyai latar belakang yang berbeda. Atik dibesarkan dalam linkungan yang mengharuskan dirinya tumbuh menjadi gadis tomboy. Sedangkan Rini, mempunyai kisah yang tidak mengenakkan dengan kaum pria. Keduanya bertemu, saling menceritakan pengalamn masing- masing. jadilah tumbuh perasaan tak lazim diantara keduannya. Hubungan intim, layaknya suami istri. Atas rasa cinta dan kasih sayang itulah rini dan atik memutukan untuk tinggal seatap dan merajut jalinan cinta seperi kebayakan pasangan kasmaran lainnya.
Begitulah,… Menjadi lesbian memang bukanlah pilahan hidup yang harus di jalani.., dengan kata lain, kaum lesbian ini memang tak kuasa menolak dengan apa yang menimpa diri mereka. Tak ambil pusing dengan kata terjebak, atau batasan norma dan etika, mereka melakoni saja hidup sesuai dengan naluri dan perasaan mereka. Seperti halnya Atik, yang tak perduli identitas yang diberikan kepadanya. Tak merasa terjebak pada raga yang salah, ketika naluri maskulin lebih kental ia rasakan dari pada perasaan feminisme yang biasa disandang oleh perempuan.
Kepada lensa, Riini dan atik Menuturkan, , tak ada kata rasa risih dengan cinta sejenis ini, karena cinta selalu bicara keindahan. Lebih dari itu semua, pasangan lesbian ini lebih mementingkan keindahan dan kasih sayang diatas hubungan intim sebagai tujuan utama, meski yang satu ini tentu tak bisa dipisahkan.
Yang mengejutkan, ternyata hubungan sejenis nyaris menjadi life style bagi mereka yang mendambakan sensasi hubungan intim. Bosan dengan pola hubungan normal laki-laki dan perempuan , cinta sejenis juga menjadi alternatif penawar kebosanan dalam upaya pencarian kenikmatan sesaat ini.
Cinta sejenis lesbian, kebanyakan hinggap juga pada mereka yang telah mapan. Kaum eksekutif muda misalnya. Sinyal – sinyal untuk tebar peseona di antara sejenis pun bisa terjadi dimana- mana termasuk dalam hubungan kerja. Signal yang diberikan begitu , kuat penuh dengan perasaan. Maklum, kaum wanita memang akrap dengan intuisi dari pada logika.
Komunitas kaum lesbian berkembang dan tumbuh subur di negara kincir angin. Disana mereka bebas menunjukkan hubungan sejenis ini.
Lain halnya dengan indonesia yang lebih menjunjung tinggi nilai-ketimuran. Tak mudah rasanya menemukan komunitas mereka di negara ini.
Hubungan lesbian dilaporkan juga terjadi di sparta. Kata seks sejenis atau homoseks antara perempuan berasal dari yunani kuno, yakni saphho. Diprediksi mempunyai kehidupan percintaan yang kompleks. Beberapa pendahulu mengatakan bahwa saphho memiliki jalinan cinta dengan laki- laki juga. Sementara menurut sumber maximjus of tyre mengatakan bahwa cinta lesbian berawal dari hungan persaudaraan.
Tak mengaherankan memang, karena cinta sejenis perepuan dengan perempuan berawal dari simpati, dan sangat bertolak belakang dengan cinta yang memuja birahi.
Di eropa, Lesebian adalah ilegal. Perbuatan sodomi di hukum dengan hukuman gantung atau penjara. Tetapi pada tahun 1967 hubungan sejenis laki- laki, baru mendapatkan pengakuan. Hal ini berbeda dengan hubungan lesbian yang tidak menyalahi hukum alias keberadaannya memang dilegalkan. Tak ada yang salah dalam hubungan sejenis perempuan dengan perempuan, dengan anggapan tak ada unsur kekerasan dalamm lesbianism.
Malam itu kami mencoba mencari jejak kaum lesebian di sebuah tempat hiburan malam. Sumber terpercaya menyebutkan, kalangan ini juga kerap menghabiskan waktu nya pada gemerlp kehidupan malam. Meski tak semuanya demikian. Adalah sebuah komunitas yang sengaja mengkoordinir, keberadaan mereka. Sekedar konkow atau menenggelamkan diri pada hingar bingar lampu diskotik serta alunan musik yang mengehentak.
Tapi siapa yang bakal menyangka. Jika satu dari komunitas ini adalah kalagan lesbian. Merekapun enggan untuk menungkap jati diri sebenarnya. Apalagi untuk terekam dalam lensa ini.
Ketika berkumpul dengan sesama lesbian, perempuan pendamba sensasi hubungan intim tak lazim ini , begitu bebas untuk mengungkapkan ekspresi kasih sayang mereka. Tak ada yang ditutup – tutupi. Semuanya dibiarkan mengalir begitu saja, seolah tak ada lagi batasan norma yang mengharuskan mereka untuk mengungkapkan hubungan tak lazim ini tanpa filter.
Baiklah.., sensasi yang ada pada hubungan sesama jenis perempuan dan perempuan ini meamang terasa janggal dan tak mungkin rasanya di ungkap secara gamlang. Mengingat privasi dan kenyataan bahwa hubungan lesbian memang tak hanya mementingkan kepuasan hubungan intim semata.
Mulai sepanjang tahun 1980-an, ada –perpubahn tren dalam studi gay dan lesbian, yaitu perhatian besar pada cultural studies dan persoalan aids. Persoalan aids menjadi penting karena penyakit ini sering kali digunakan sebagai alat politis untuk menempatkan gay dan lesbi pada posisi yang merugikan. Perhatian yang besar terhadap kultural studies bisa terlihat dari berkembang biaknya studi-studi kebudayaan gay dan lesbian dalam segala bentuk. Misalnya, Film, novel, karya- karya fiksi , karya – karya seni dan bentuk =- bentuk kebudayaan populer lainnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasangan lesbian berhubungan seks lebih jarang dari pada pria heteroseksual atau gay. Lebih lanjut penelitian yang dikembangkan di Belanda oleh ken plummer menyebutkan, bahwa permainan cinta lesbian lebih terfokus pada keselurluhan badan, seprti mencium, memeluk memegang, atau sentuhan erotis lain.
Seperti halnya hubungan intim kebanyakan, dimana ada unsur feminim aan maskulin, maka demikianjuga dengan hubungan intim yang terjadi diantara pasangan lesbian. Prisip saling memberi dan menerima, serta melampirkan perasaan kasih sayang yang kental, adalah dasar mereka ketika bercinta.
dalam melakukan hubungan intim , beberapa kaum lesbian mengaku tak banyak yang menggunakan alat bantu, atau yang lebih dikenal dengan nama seks toys. Anda boleh percaya boleh tidak, bahwa paangan lesbian lebi banyak melakuka fore play dari pada, melakukan intercouse, untuk mencapi puncak kepuasan.
masih bicara tentang hubungan intim. Menurut beberapa sumber dan literatur yang ada, hubungan seks yang terjadi iantara pasangna lesbian ini, prosentasenya memang jarng sekali terjadi. Atas dasar pencarian ketenangan batin, kaum lesbian lebi suka menghabiskan waktunya dengan sharing, atau saling mencurahkan perasaan, layaknya pasangan sahabat, dari pada hubungan percintaan seperti kebanyakan.

Tak jauh beda sebenarnya, jika kita bandingkan perasaan kaum lesbian ini dengan aroma cinta kebanyakan. Kaum lesbian juga mempunyai rasa cemburu, yang terkdang juga berlebihan. sekali lagi , karena secara korati , wanita memang selalu mengedepankan emosi ketimbang logika. Rasa cemburu yang hinggap pada pasangan lesbian memmpunyai porsi yang lebih besar , ketimbang hubungan cinta laki- laki perempuan. Namun rasa ini juga dibarengi dengan kesetiaan pada masing- masing pasangan. Kaum lesbian jarang yang berpindah ke lain hati. Jka telah memutuskan untuk mencintai, biasanya seorang lesbian akan menjaga hubungan dengan pasangan lesbiannya selama mungkin.
Tetapi,.. memang begitulah adanya. Kaum lesbian dengan bebas bertebaran untuk merajut hidup mereka. tanpa terusik,..
Hasil penelusuran lensa melam ini bermuara pada hak asasi seseorang, untuk memilih menjadi apa dan menjadi siapa. Meski terkadang kita harus memeprtanyakan norma dan etika yang menjadi aturan normatif tak tertulis.
Menjadi lesbian atau bukan…., adalah hak setiap orang untuk menjalaninya…......

Read More......

MODEL PLUS PLUS...



Cantik, sexi, populer.., dan banyak duit. Itulah barang kali gambaran mereka yang biasa melenggang di atas cat walk dengan balutan busana bagus dan mahal hasil rancangan diesainer- desainer handal. Tak jarang pula gambar mereka nampang di majalah, papan reklame dan bahkan website, dengan berbagai ekspresi.
Semuanya mempertontokan kemolekan dan kesempurnaan seorang wanita.

Geliat malam dengan hentakan musik serta bermandikan dengan sorotan lampu nan erotis, mengiringi gemulai lekuk tubuh mereka. Bagai magnet sosok kaum model, memang selalu menarik peratian. Tak jarang semua wanita menginginkan mempuyai bentuk tubuh, wajah yang cantik serta kepopularitasan yang mereka sandang.

Tapi dibalik gemerlap dan kesempurnaan yang melekat, muncul fenomena model plus- plus. Model yang sekaligus berfungsi sebagai penyedia jasa layanan esek- esek. Beberapa agency juga menuturkan pengalaman mereka yang mendapati dengan mata kepala sendiri akan fenomena ini. Sebenarnya apa yang dicari oleh model plus- plus ini.. benarkah masih tak cukup pendapatan yang mereka terima sebagai model.., atau apakah ini adalah salah satu upaya untuk menuju puncak popularitas..?


Tulisan ini pernah di muat untuk program lensa edisi Putih abu abu plus . Ada banyak yang kami kurangi, dan juga kami mohon maaf tak bisa menyampaikan insert narasumber . yang pasti dengan banyak keterbatasan, akan bahasa visual dan bahasa cetak.
Nikmati saja



Malam itu, Lensa mengunjungi sebuah tempat hiburan malam di salah satu sudut kota ini. Suasana khas dengan aroma alkohol yang menyengat turut mewarnai malam yang semakin larut itu. Semua wajah yang kami jumpai nampak mengisyaratkan keceriaan dan kebahagiaan. Entah sesaat,.. ataukah mereka memang benar- benar enjoy menikmati hentakan musik yang tersaji dari tangan seorang Disk joky.
Sementara di beberapa sudut yang lain, beberapa mata tertuju pada aksi fasion show yang menampilkan cewek- cewek seksi berbalut busana agak minim. Mereka melenggang di atas cat walk, dengan kepercayaan diri penuh. Senyum yang menggoda sesekali di tebarkan. Sudah pasti hal ini mengusik
adrenalin laki- laki yang memang sangat menikmati peragaan busana itu.

Ya.. cewek-cewek seksi ini adalah model yang biasa membawakan busana hasil racikan designer di kota ini.profesi yang menuntut kesempurnaan fisik dan juga psikis. Dan tak jarang di dambakan oleh kaum wanita kebanyakan. Muda, cantik, kaya dan yang pasti di kenal dan di kagumi banyak orang.
Tapi semudah itulah mereka menjadi model.. ?
Memang tak gampang menjadi seorang model. Wajah cantik dan tubuh seksi saja tak menjamin mencetaknya sebagai model yang populer serta kebanjiran order. Ada bebrapa syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh mereka yang biasa bermandikan blits kamera dan melenggang di atas cat walk itu.

Agung soedir, direktur utama colur model, sebuah agency yang telah lama berkibar di dunia modeling, sepakat jika model adalah racikan kesempurnaan
“ gak gampang jadi model.., mereka harus punya modal cukup… misalnya postur yang memenuhi stadart model, behavior mereka yang harus pas dengan iner beautynya.., trus yang gak kalah penting adalah attitude. “ begitu katanya berapi api

Atas nama profesionali itulah, model juga di tuntut untuk bisa tampil di mana saja dan kapan saja. Mereka juga harus siap menggunakan busana dan gerak yang telah di atur untuknya. Termasuk menggunakan busana minim dan dalam pose syur sekalipun. Tak heran jika atas nama profesional, mereka rela melakukan pose- pose menantang dan panas di beberapa media atau website.

“ ada emang.. model yang di tuntut seperti itu.., tergantung Produksi dan konrak yang harus dijalani. Jika model itu mau atas nama profesionalisme, mengapa tidak..” lanjut soedir.

Di indonesia sendiri menjamur, agency – agency yang siap menawarkan jasa modeling. Tak terkecuali di kota Malangi. Di agency ini anda bebas memilih model dengan segala macam karakter. Masing- masing agency menetapkan standart tersendri dalam kwalitas model yang di naunginya.

Sangat penting bagi model, untuk tergabung dalam agency karena selain membantu mereka mendapatkan job, para model juga bisa meningkatkan kualitas bakat yang ia miliki
. Semuanya berloba- lomba untuk meningkatkan standart model yang di milikinya,
Pose model salah satunya. Agency yang di pimpin langsung oleh ivan, salah satu designer terkemuka di kota ini, misalnya, menetapkan beberapa standart bagi para model yang tergabung dalam agencynya. Termasuk, kontrol terhadap sikap dan prilaku model, karena menjaga image pose model yang ia bawahi.
“ sebelum mereka menjadi model di agency ini.., saya memang menetapkan standart yang harus mereka penuhi..jadi gak sembarangan model boleh masuk di sini “

Model. Dintuntut untuk selalu tampil prima, dan sempurna. Itulah salah satu keharusan bagi sang model. Tuntutan ini juga terkadang mengkondisikan mereka pada gaya hiup moderen yang terkadang tak jauh dari dunia malam.

Meski tak merata- rata model kebanyakan, tak jarang, para model juga kerap menghabiskan waktunya di klub, atau tempat- tempat hiburan malam lainnya. Kebiasaan ini, adalah sebagai bentuk pergaulan, aktualisasi moderenitas, dan terkadang memang sebuah gaya hidup. Ya….,
Sebuah live style yang mebutuhkan dana tak sendikit. Bukan..?

“kalau yang kayak gitu tergantung modelnya ya.. mbak. Tapi emang nggak sedikit sih.. yang punya livestyle kayak gitu. Saya pikir wajar aja karena dunia mereka kan gak jauh dari glamour. Tapi sekali lagi itu tergantung dengan diri mereka masing- masing “ lanjut ivan.

Nining pribadyningthas, seorang psikolog lulusan universitas muhamadiyah malang mengatakan, fenomena model yang bsia dibawa ke tempat tidur bukanlah hal baru. Fenemoena ini sudah menyeruak di kota kecil ini.

“ ini adalah imbas dari kehidupan hedon.., saya pikir. Banyak faktor yang menyebabkan mereka memilih jalan pintas untuk menjual diri. Sebetulnya fenoemna pelacuran di tingkat model atau pelacuran kelas teri, dengan memungut pelacur di pinggir pinggir jalan, konteksnya tetep sama. Tetapi pada dunia model, barang kali lebih prestis. Tarifnya pun lebih mahal pasti.., dan konsumennya ada kebanggaan terendiri setelah meniduri model A atau moded B “


Ya.. terdorong dengan kemewahan dan gaya hidup yang menggiurkan, menggoda model yang konon tak kuat iman, untuk mendapatkan segala kilau dunia itu. dari sini munculah fenomena model plus- plus. Julukan untuk mereka yang juga berprofesi ganda sebagai penawar adrenalin pria- pria hidung belang.
Sebagai teman kencan dan.. berakir pada sensasi menebarkan di tempat tidur…
ivan, pimpinan pose model, mempunyai cerita khusus tentang hal itu…

“ saya pernah menggelar show bareng dengan beberapa agency besar di surabaya. Pada saat itu di ruang vitting room, setela usai menggelar show, saya berkumpul dengan beberapa model terkenal asal surabaya. Tanpa sengaja saya mendengar seorang moel sedang negosiasi di telpon soal harga, dan janjian mau ketemu dimana. Eh.. nggak lama muncul pria paruh baya. Kayak bapak bapak gitu deh. Nyamperin model, trus ngloyor deh….”

Begitulah pengalaman ivan, saat agency-nya mengglar how bareng denga sebuah gency ternama di surbaya
Memang, profesi sebagai penjaja esek- esek bisa terbungkus oleh apa saja. Bisa juga model atau profesi yang lainnya. Namun jika di telaah lebih dalam, akan muncul beribu pertanyaan, mengapa profesi yang akrab dengan kemewahan dan identik dengan cepat menghasilkan rupiah itu, juga sekaligus nyambi menjadi pekerja esek- esek.

Lensa bertemu dengan Sandra. Perempuan berusia 18 tahun dan kini berstatus sebagai mahasiswa semester 4 di salah satu universitas ternama di kota ini. Sandra, yang berasal dari pulau penghasil kasyu terbesar di indonesia ini telah 10 tahun menjadi model. Praktis dunia ini telah ia kenal sejak kanak- kanak.

Menjadi model plus- plus, memang satu hal yang masih baru baginya. Hal ini berawal ketika, ia mulai memasuki bangku kuliah dan mendapati pergaulan berbeda dari daerah asalnya. Pada awalnya sandra merasa gerah meceritakan pengalamnya menjadi model plus- plus, namun untuk anda teman lensa, sandra mau bercerita banyak tentang dunia model plus-plus yang ia jalani. Dan atas nama privasi kami samarkan indentitas sandra sesungguhnya.

“ saya gak da banyangan sebelumnya mbak…, tapi gimana ya.. sekarang.. mbak pikir deh, berapa banayk be ahidup dan perawatan tubuh, beli beli baju, ke salon yang mesti saya keluarin. Sedang gaji model sendiri gak cukup lah.. buat enuhin semua itu….”

Karena materi dan pupularitas, demikian alasan sandra ketika melakoni proesi ganda sebagai model plus- plus. Sudah tak perduli lagi memang dengan siapa yang menggunakan jasa, karena faktor uang di atas segalanya. Sandra akan dengan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan, dengan rupiah ditangannya. Lalu gimana cara sandra mendapatkan pelanggan

“ kalau masalah pelanggan sih banyak mbak.., tapi saya biasanya pilih pilih…, kalau ganteng gak punya uang kelaut aja deh.., kalau kaya, bapak bapak dengan perut buncit.. enggak juga deh mbak.. saya ngeri.. target saya dalah om om kece. Setengah tuir juga gak papa yang penting duwitnya. Hahahaha...” lanjut sandra

Sebagai model plu- plus, tentu sandra tak sembarangan untuk memilih tempat kencan. Seolah sadar betul dengan status dan image yang ia pertaruhkan, sanra begitu hati – hati memilih tempat kencan yang sebisanya tak diketahui oleh teman- teman atau orang- orang yang mengenalnya. Dalam urusan bercinta, sandrapun harus siap dengan gaya seks yang terkadang membuatnya melakukan hal hal yang tak ia inginkan.

“ biasan ya sih di villa, atau di hotel yang terbilang save. Kalau urusan gaya bercinta… hahhahaha.. kadang saya eneg juga ngelayanin yag aneh aneh. Dah tua masih kayak orang muda ajaa..”

Dunia model yang tampak begitu glamour dan mensyraatkan kesempurnaan fisik, menjadi dambaan bagi setiap orang. Dan Dunia plus- plus memang selalu ada di antara kita. Tak hanya di dunia modeling saja pastinya. Mereka terus menggeliat sejalan dengan denyut moderenitas yang makin deras. Lepas dari itu, ada harapan postif karena Kota ini, menawarkan banyak ladang untuk lebih meningkatkan kualititas moel yang ada. Menjadi plus plus atau bukan, kebali pada pribadi masing masing,

Read More......

MENEROPONG MODERENITAS PEREMPUAN...



Ketika RA kartini mengkampanyekan sebuah emnsipasi, dan kesetaraan, seketika itu juga seolah – olah dunia berpihak pada wanita. Ada cakrawala baru terbuka untuk mensejajarkan diri dengan kaum lelaki. Eksistensi kaum feminis, seolah ingin berlomba, agar kiprahnya di akui oleh dunia. Dari sini, semua berkembang begitu pesatnya. Hampir semua lini, dibanjiri oleh kaum feminis ini.

Terdukung dengan derasnya arus informasi yang nyaris tanpa batas dan filter, kaum wanita muncul sebagai sosok srikandi yang memang tak boleh diremehkan keberdaannya. Bahkan boleh dibilang, pada hal – hal tertentu, justru kaum feminis ini lebih dominan dari pada kaum maskulin. Para hawa ini bisa juga tampil sebagai leader dan pengmbil keputusan, pada perusahaan, organisasi, dan bisa jadi ada yang lebih dominan di rumah tangga.

Tergelitik pertanyaan di benak saya.., apakah artikemoderenitasan itu….? Benarkan wanita moderen adalah wanita yang mengikuti segala macam live style.. yang sudah warna warni itu…………..?

Tulisan ini pernah di muat untuk program lensa edisi wanita moderen. Ada banyak yang kami kurangi, dan juga kami mohon maaf tak bisa menyampaikan insert narasumber . yang pasti dengan banyak keterbatasan, akan bahasa visual dan bahasa cetak.
Nikmati saja



Di beberapa daerah di indonesia menganut sistem matrilineal, dalam garis keturunannya. praktis peranan kaum perempuan juga lebih dominan disana. Tetapi lepas dari adat dan budaya bangsa ketimuran, serta sosiologis masyarakat yang berbeda, kaum perempun moderen tampil anggun dengan tuntutan jaman yang semakin canggih. Serta derasnya informasi yang meluncur nyaris tanpa filter.

Mulailah kita telusuri beberapa kebiasaan wanita moderen ini. Di dukung dengan kemampuan ekonomi yang cukup matang, intelejensi yang lumayan, serta penampilan yang mengikuti perkembangan mode dan tren masa kini, wanita moderen, seakan bisa mengendalikan dunia dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Dari sini, mereka seolah ingin termanjakan dengan segala bentuk kemudahan dan kecanggihan, serta mendapatkan warna- warni pelayanan. Untuk urusan yang satu ini, tentu uang yang bicara. Bagi wanita moderen yang notabene berdompet tabal, untuk urusan yang satu ini pasti bukanlah suatu masalah.

Menelisik, guratan kemewahan, yang selalu diimpikan semua orang, demikian juga dengan mereka yang menyebut diri sebagai manusia moderen. meski tak ada kata mewah dalam kata moderenisasi. Tapi sebut saja, moderen berarti mendapatkan segala kemudahan dalam berbagai hal, dengan bauran teknologi dan sedikit sentuhan kemewahan.
Dengan modal kantong tebal dan intelektualitas inilah para wanita moderen begitu mudah mendapatkan sesuatu yang memang mereka impikan. Sebut saja seperti memanjakan diri dengan bentuk pelayanan yang nyaman dirasa. Seperti fasilitas hotel mewah misalnya. Beberpa survey membuktikan, mereka yang telah mapan secara ekonomi, praktis tempat tinggal adalah second step yang harus dipikirkan selain karier yang menunjang. Merogoh sebagian kocek untuk sekedar menjauhkan diri dari rutinitas, hotel berbintang adalah salah satu sasaran. Tak sayang, mengeluarkan ratusan ribu hingga jutaan rupiyah , hanya untuk mendapatkan tempat nyaman untuk bersantai.


Penampilan adalah salah satu parameter untuk menjadikan seseorng percaya diri. Moderenitas yang terus bergulir dengan menawarkan trend dan mode yang berubah setiap waktu seakan mendorong mereka berlomba untuk memperbaiki penampilan. Demi kata “ cantik” tentu saja. Disini para maniak mode seakan lapar mencari dan mempermak diri dengan tren yang terus berkembang. Tak heran jika pemandangan wanita pemburu mode berjejal disetiap salon, sekedar untuk melakukan perawatan atau membuat penampilan baru.

Baiklah, untuk urusan cantik, memang tak bisa dilepaskan dari bagaimana busana dan gaya penampilan yang mereka kenakan. Tak heran jika wanita metro, tak sayang, merogoh kocek untuk shoping, atau sekedar mendandani diri, dengan perhiasan bernilai jutaan rupiah. Jangan heran jika pemandangan toko jewelerry di padati dengan sosok yang haus akan gemerlapnya barang satu ini.

Malam itu memang penuh sesak dengan pemburu gemerlapnya dunia malam. Aroma alcohol yang cukup kental serta hentakan musik yang nyaris menenggelamkan suara kita sendiri, seolah berpacu dengan andrenalin yang turut singgah, sekedar untuk mereguk fun sesaat. Lari dari masalah, atau melepaskan penat dan beban. Entahlah…
Tim lensa mencoba untuk menelusuri geliat wanita metro moderen di sela hiruk pikuk itu.


Fanastik memang, suasana dunia gemerlap ini, banyak sekali mengahadirkan sosok wanita di sana. Seolah tak perduli banyak mata yang menikmati gemulai tubuh mereka, wanita- wanita ini terus tenggelam dengan irama, yang memaksa mereka untuk bergoyang.
Beginilah, cara untuk mendapatkan sensai hiburan malam. Batasan etika dan norma seolah tak lagi mendominasi disini, semua bebas untuk berekspresi, tak terkecuali untuk mereka yang mengklim dirinya sebgai wanita moderen.


Tentu saja, tidak semua sepakat jika moderenitas di sangkut pautkan dengan gaya hidup glamour, konkow di KV, atau menghabiskan sisa malam dengan hingar bingar germelapnya lampu diskotik. Tanpa bermaksud menyetarakan, begitulah kenyataannya. Sebagian dari wanita moderen itu, menganggap kurang lengkap rasanya tanpa sentuhan balutan hiburan malam dalam livestyle mereka.

Sekarang kita tinggalkan hangar bingar aktifitas malam. Karena memang tidak semua wanita moderen, menjatuhkan pilihan santainya pada dunia satu itu. Ada juga mereka yang lebih memilih suasana pedistry, yang memberi nuasa yang tentu jauh berbeda. Bosan dengan hiruk pikuk metropolis, mereka yang mengklaim sebagai wanita moderen, lebih suka menghabiskan waktu di suasana pedesaan, atau berlama- lama memanjakan diri dengan spa, serta nuansa hijau alam pedesaan

Ada sesuatu yang berbeda ketika lensa meropong aktifitas wanita moderen ini. Kembali merefresh diri, ternyata bukan dengan sesuatu yang hingar bingar. Meditasi dengan menikmati gemercik air, serta hawa yang sejuk, menjadi pilihan sebagian wanita moderen untuk relaksasi. Cara seprti ini, mereka rasa sebagai alternative untuk sejenak melepaskan diri dari beban kepenatan kerja selama sepekan.

Bicara masalah refreshing. Banyak cara yang dilakukan oleh wanita moderen. hasil penelusurn lensa, wanita moderen ini juga menjejali pusat kebugaran, seprti fitness senter. Karena badan fit dan tubuh yang cantik adalah suatu keharusan. Informan kami menyebutkan, kebanyakan member yang hadir di tempat seperti ini adalah mereka yang berasal dari social menengah keatas, yang tentu saja mengklaim bahwa mereka adalah kelompok moderen ,

Disisi lain, lensa juga menangkap, aktifitas fun sport, seperti bowling, atau bilyard. Aktifitas ini seolah menjadi salah satu ritme dalam kemoderenitasan mereka. Selain alasan refresing, biar dianggap gaul mungkin menuduki prosentase tertinggi untuk asalan pergi ke tempat seperti ini.

Tak terasa perubahan demi perubahan, menggeser pola dan gaya hidup masyarakat kita. Seolah tak perduli dengan aturan normative, tanpa sadar gaya hidup moderen yang terus berkembang seiring dengan pergeseran generasi, terus menawarkan sesuatu yang baru, dan terkadang membuat sebagian orang merasa takjub, geleng kepala

Wanita- wanita anggun, berkelas dan terbalut busana mahal dengan perhiasan bernilai jutaan rupiyah, seolah mengukir sensasi akan moderenitas era ini. Ajang party, celebrating, atau pesta- pesta yang mengundang naluri untuk mempertontonkan kecantikan, kemewahan adalah sebagai bentuk request akan decak kagum, bahwa mereka memang layak di nobatkan sebagai wanita moderen yang mapan akan segala hal.

Lensa, menelusuri gaya hidup mereka hingga pada balutan privasi, yakni kehidupan seks. Tak mudah untuk menelusurinya. Semuanya tersimpan rapi, dalam catatan pribadi wanita moderen ini.
Tak banayak yang tahu, bahwa, sebgaian dari mereka yang mengklaim dalam moderenitas, seolah menjadi pribadi yang tak acuh engan aturan normative, yakni pernikhan. Engan segala apa yang ia punya, ada juga sosok wnaita morderen, yang justru enggan untuk menikah, akrena susah mendapatkan sosok pria yang selevel dengannya
Mendapatkan seks dengan mudah, seolah sudah menjadi tren setter bagi sebagian dari mereka. Dengan uang dI tangan seolah segala sesuatu dengan udah mereka dapatkan , termasuk dalam hal kebutuhan seks. dengan dalih idealisme mencari sosok yang tepat, untuk mencari pasangan sebagai pendamping hidup yang tidak mudah didapatkan, seks instanpun mereka tempuh.

Begitulah gaya hidup wanita moderen yang berhasil tertangkap lensa ini. Moderenitas memang menawarkan sesuatu yang beragam. Kata ini, menyeruak diantara perkembangan teknologi dan informasi yang makin hari makin berkembang. Warna- warni hidup pun bermula dari sini. Ketika segala sesuatu begitu mudah terdapatkan. Ketika kemapanan, membuat kita bingung membelanjakan rupiyah, serta ketika etika dan moralitas hanya sebagai kiasan. Terjebak dengan modereinitas yang terlalu didramatisir atau, memang begitulah jaman, selalu menawarkan sensasinya yang beragam. Entah lah…


Read More......