selamat membaca

jika tidak bisa berbuat dengan tindakan, cukuplah dengan lisan. pun lisan tak bisa berkata..., mudah mudahan tulisan bisa mewakilkan..

quote

Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. tapi mereka yang menyadari kesalahan lalu membuat segalanya lebih baik, pantas disebut orang baik.

AYAT AYAT CINTA… OH… AYAT AYAT CINTA ..!!! ( TULISAN INI UNTUK DI BACA LAKI- LAKI !!! )


Ketika di kantor saya sibuk dengan obrolan Fahri dan maria.., tokoh utama dalam Film ayat ayat cinta, sebenarnya saat itu saya tidak begitu tertarik. Novel karya habiburohman yang di filmkan itu sudah lahap saya baca. Pun ketika teman teman saya di editing dan ruang berita sibuk mengimpor file film ini di komputer masing masing, saya masih tak bergeming.
Tetapi ketika Presiden SBY mengajak mentrinya untuk melihat film berdurasi cukup panjang ini, dan para pejabat di daerah latah nonton rame rame bareng stafnya.
termasuk wali kota saya sendiri.. ( maaf pak ) ..
saya jadi berfikir.
Apa sih istimewanya…??


Tanpa bermaksud mengikuti teman teman yang dengan antusias membakar sendiri untuk di tonton sendiri di rumah, saya juga melakukan hal yang sama. Meski dilarang membajak, hhheh, saya memasukkan CD blank dan burn…, copy Ayat ayat cintapun saya nikmati di Laptop. Tak lama dengan anteng, saya sudh konsen dengan film yang diperankan oleh rianti dkk itu.
Hasilnya….???
Macem macem..!!

Pertama saya seneng, melihat tokoh utamanya. Selain looking nice.., actingnya tidak basi. ( hmm menurut saya sih…)

Kedua, kecewa. Iya..!! betapa enggak.., wong visualisasi fillm ini jauuh sekali dari novelnya.

Bahkan unsur unsur penting dalam novel tidak diangkat sama sekali. Misalnya sindiran habiburohman tentang pemerintah indonesia yang begitu lemah membela kaum wanita disana. Dalam novel itu diceritakan, tokoh aisyah istri fahri yang pada saat itu ditinggal fahri karena di tangkap aparat setempat akibat tuduhan memperkosa, di datangi oleh polisi mesir. Diceritakan, polisi mesir mendatangi asiyah karena ingin memperkosanya. Polisi mesir itu berpikiran aisyah adalah orang indonesia seperti halnya fahri. Untuk itu nyali polisi mesir itu begitu tebal untuk melampiaskan hajatnya. Mengapa demikian..? karena sudah bukan rahasia lagi jika wanita indonesia memang lemah perlindungan hukumnya. Jangan kan di negeri orang, di negeri sendiri saja perempuan indonesia banyak di lecehkan kok…. Polisi mesir itu berfikir, tidak masalah ngerjai permpuan Indonesia. Paling paling juga bebas….. tetapi mereka akan berfikir dua kali untuk ngerjai perempuan dari negara lain, karena sangsinya pasti berat. Namun perkiraan polisi mesir salah, karena aisyah masih berstatus sebgai warga jerman. Karena tidak terima asiyah langsung mengusut kasus plecehan terhadap dirinya. Dan benar saja, keajdian ini sangat berpengaruh terhadap hubungan bilateral kdua negara tersebut. Dan bahkan jerman mengancam untuk memutuskan hubungan bilateral, jika pelaku tidak segera di tindak. Hebat bukan…?? Coba di indonesia…. Yang ada negara kita pura pura bodoh dan pasang sikap tak acuh. Boro boro ngurusin TKW yang diperkosa atau diperlakukan semena mena oleh majikannya.., wong ngurusin BLT aja gak bejus… ( capek deh…. !!! )

Sayang seribu sayang…, sepenggal kisah ini tidak diangkat dalam film ini. Padahal pak SBY saat itu nonton bareng bareng dengan mentrinya.., wali kota saya, pak Edy Rumpoko juga nonton bareng dengan staffnya.. ( sayangnya saya kok gak diajak sih pak..?? )

Bayangin.., misalnya kejadian itu diangkat dalm film itu , setidaknya akan membuka mata dan hati mereka akan kenyataan pahit yang bisa jadi tidak pernah terlintas di pikiran mereka……setidaknya meski sedikit kemungkinan, Bapak bapak pejabat itu akan mulai aware dengan nasip warganya yang melanglang di negeri orang demi sesuap nasi, karena negerinya sendiri sudah tak bisa memberinya mimpi manis….
( uuh….. )

Tetapi… bukan itu sebenarnya yang sangat membekas dalam benak saya. Atau pinjem istilahnya wong mbatu…, “ njangget “. ( aku wong mbatu asli jee…. )

Ada sebuah esensial yang syarat pesan dalam film yang mengambil setting di Mesir, india dan Semarang itu.

Jujur aja saya sangat kagum dengan sosok Aisyah. Dalam benak saya berpikir.., kok ada ya wanita setegar dan sebijak itu…? Merelakan suaminya berbagi dengan sepotong hati yang lain, dengan emas kawin cincin pernikahan mereka ..!!! busyet…!!

Selanjutnya.., film religius dramatis itu menuntun kita untuk “ seolah olah “ melakukan pembenaran ( maaf kalau kata pembenaran saya ganti dengan pencontohan ) akan poligami..!! dan bahkan, seakan akan membentuk stikma perempuan yang membolehkan suaminya menikah lagi alias berpoligami adalah wanita muslim sejati.. ( duh.. mudah mudahan ini hanya intepretasi saya saja yang salah…) Dalam agama yang saya anut, Poligami memang dibenarkan. Dan bahkan manusia yang sangat saya cintai, saya hormati dan saya junjung tinggi, Manusia pilihan Muhmmad SWA juga melakukan hal serupa. Tapi………….
Lelaki…, lihatlah istri- istri nabi itu…?? Adakah yang cantik, montok, seksi, pinter…………???. Jawabannya, Ada. Istri pertamanya. Siti khotijah. Lalu Bagaimana dengan istri istri selanjutnya..? Hello…..?? nabi mngawini janda…..!!!!, tidak begitu cantik, umurnya lebih tua dari Nabi. ( kecuali siti aisyah yang paling muda ) tidak juga begitu pintar. Apa ini artinya….? Nabi muhammad melakukan poligami, bukan untuk memuaskan nafsu belaka. Tetapi untuk menolong dan untuk kepentingan dakwah. Untuk mnyelamatkan martabat wanita. ( sekarang saya paham betul, mengapa nabi menikahi gadis muda, karena ketika nabi tiada sang istri bisa menceritakan kebiasaan Nabi, kebiasaan pribadi yang perlu di contoh dan hanya istri nabi yang tahu , jauh.. setelah Nabi menghadap kekasihnya, ALLAH,SWT

Tapi apa yang terjadi sekarang…? justru banyak lelaki yang mengaku mengerti betul tentang agama, malah melakukan aksi poligami. Seperti berlomba lomba, dengan alasan akidah tertentu. Wahai lelaki, akidah yang mana yang dimaksudkan….. Bukankah agama kita juga mengatakan, “ asal kamu berbuat adil..”… Heloo…………….. mana ada wanita di dunia ini yang mau di duakan ……………… tanyakan pada kedalaman hati mereka….. masih ingatkah dengan keputusan aaGym untuk berpoligami dengan istri yang lebih muda dan cantik itu? Sontak indonesia bergetar. Terutama ibu ibu yang menyatakan ketidak relaan dan menyanyangkan keputusan kontroversial tersebut. Wajah sang aa’ pun mnghiasai berbagai infotiment dengan gossip bla.. bla… bla…., untuk yang satu ini biar Aa.. yang menjawab sendiri mengapa ia memutuskan untuk berpoligami.

Lalu, setelah fenomena poligami aa gym berlalu, saya kembali tersentak membaca tulisan di koran bebrapa saat lalu, Tersangka utama Bom Bali Amrozi melakukan poligami ( kembali ) dengan memperistri seroang perempuan pesantren. Ironinya pernikahan itu di lakukan ketika amrozi di penjara dan tinggal menunggu eksekusi. Ya Allah… apa ini maksudnya…??? Bukankah tugas utama seorang suami itu memberikan nafkah lahir batin , mmbimbing istrinya untuk bersanding di syurga kelak. Lalu bagaimana amrozi dapat membimbing dan memberikan nafkah lahir batin pada istri istrinya jika dirinya di balik besi penjara dan tinggal menunggu eksekusi “ MATI “…. Lalu apa arti sebuah pernikahan sejatinya…, apakah mengkoleksi istri adalah hobi lelaki di jaman setelah Muhammad berpulang ………..

Kontroversi Poligami memang menjadi perdebatan panjang. Dan bahkan pmerintah menggodok Peraturan CPNS untuk bisa menikah lagi.
Saya tergelitik, dengan opini teman saya yang mengatakan, dunia semakin lama semakin sempit dan populasi penduduk pria akan lebih sedikit dari pada wanita. ( salah satu tanda kiamat, dimana jumlah wanita lebih banyak dari pria ). Pendapat ini , seolah menjadi angin segar untuk mereka yang memang ingin berpoligami. “ gimana nih…, kalu gak cari istri yang banyak, kasian wanitanya doong gak punya suami…” Waduh…., kenapa kita mendahului takdir…?? Bukan kah Allah maha tahu dan Maha Adil…. ?? Mengapa manusia jadinya .. yang menskenariokan…………

Mengapa judul tulisan ini saya kasih embel embel.., “tulisan ini untuk di baca laki – laki…,” karena memang saya ingin bicara pada laki- laki…
Bahwa memang, hati perempuan sangatlah halus.., susah sekali di tebak. (karena saya memang perempuan.. mungkin nggak obyektif pendapat ini ) tetapi silahkan di poling…, benarkah wanita rela , ikhlas 100 persen, melepas suaminya untuk berbagi….

Tetapi jauh diatas itu semua.. sebenarnya, saya menulis ini bukan untuk mendiskreditkan arti sebuah poligami. Sebenarnya juga saya tidak terlalu apriori dengan kata kata ini. tidak..!! karena justru sebenarnya, saya tidak mempermasalahkannya. Artinya saya rela berbagi suami, jika surga adalah komponsasi yang harus saya terima. Jika Allah Akan benar- benar memberikan cintanya pada saya.

Pernah masalah ini saya diskusikan pada suami.. saya bilang saya rela kalo dia harus poligami. eh suami saya malah ngamuk ngamuk dan menganggap saya aneh…, Tentu dia tidak menganggap hal ini serius. Dia pikir saya ini ngomong ngawur… maklum sebagai pengajar matematika dan IT pikirannya selalu berdasarkan logika.. ( heheheh kok malah curhat…!!)

Well… yang jelas, berpoligami atau tidak, bolanya ada di tangan anda kaum lelaki…, setidaknya berfikirlah dua kali jika benar benar ingin melakukannya. Jika sudah ketemu jawabannya dan mengaruskan anda tetap berpoligami.., saran saya pikirkanlah lagi… ingat ada hati selembut kapas yang tersimpan jaauuh dI lubuk hati seorang wanita………., yang anda tidak akan pernah mengerti bagaimana ia bersuara……
**

1 coment:

  1. Anonim mengatakan...
     

    buy valium online buy generic valium online no prescription - buy valium online australia no prescription

Posting Komentar