selamat membaca

jika tidak bisa berbuat dengan tindakan, cukuplah dengan lisan. pun lisan tak bisa berkata..., mudah mudahan tulisan bisa mewakilkan..

quote

Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. tapi mereka yang menyadari kesalahan lalu membuat segalanya lebih baik, pantas disebut orang baik.

Anak anak SD itu....


sangat menyenangkan memang… bersama dengan wajah wajah lugu itu. aku menemukan sebuah kedamaian di sana. Wajah tanpa cela, tanpa prasangka. Begitu sederhana. Disini aku merasa menemukan sebuah arti kebahagiaan sesungguhnya. Tahukah kau apa arti sebuah kebahagiaan itu…..




hari itu memang tak begitu terik terasa. Aku kembali berada ditengah tengah komunitas mereka. Medengar jerit tawanya yang lepas tanpa beban. Berlari dengan kaki kaki kecil mereka. Sementra ia tak perduli dengan peluh yag menetes dan membuat seragam kebanggaannya kotor terkena debu. Sementara disudut yang lain, terdapat wajah yang murung. entah apa yang sedang ia pikirkan. Aku melihat tawa disini.. lepas bebas..
kembali bersama dengan komunitas mereka.

Anak anak kecil itu…….
Menyeretku untuk kembali pada masa kecilku.. sekian tahun yang lalu….
Dimana lebih sederhana

Aku lebih suka di kuncir dua dan paling benci bila disuruh sarapan pagi. Entah mengapa aku lebih menyukai hari rabu. Jam setengah enam pagi pintuku telah di gedor oleh bapak. Malas sekali dengan sisa mimpi, aku hanya menggeliat dan memebayangkan rutinitas yang aku benci. Sekolah !!!.

aku termasuk siswa berkatagori biasa biasa saja dalam mata pelajaran sekolah. Tak ada yang istimewa. Entah mengapa aku sangat benci dengan sekolahan. Untung aku tidak bodoh sekarang. Tapi meski demikian aku termasuk murid yang senang sekali dengan sesuatu yang berbau kesenian. Daya hayal ku sangat tinggi. Ya.. menghayal. Semuanya hampir aku lakukan setiap saat. Menghayal jadi orang yang sangat bebas…, menghayal menjadi orang yang super power. .. tapi aku tak pernah berhayal menjadi seoraong cinderela dengan pangerannya. tapi aku bukan gadis tomboy, apalagi menjadi seorang penyuka wanita. Tentu tidak. Aku beginilah adanya. Menjadi yang aku inginkan. meski terkadang aku adalah orang yang susah dimengerti oleh orang- orang disekitarku.

Mungkin benar .. sebagai satu satunya anak perempuan di keluarga ini, aku termasuk sosok yang terkadang ingin selalu di manja atau diperhatikan. Tapi kuyakinkan itu bukan aku yang sekarang. Melalui proses dan pendewasaan diri aku berusaha menjadi perempuan tegar dan mandiri. Sifat bapak yang keras menerapkan pola pola disiplin dengan caranya yang terkadang apriori membuat aku terbiasa menghadapi segala hal yang “ tidak mengenakkan “ di lingkungan sekitarku.

Aku yakin, setiap perjalanan memang selalu saja tak mulus. Terkadang kita harus mendaki bukit yang cukup terjal, tetapi banyak mengeksplore kesejukan dan ke indahan di setiap sudut mata. Tak jarang kita tempuh jalanan tol. Cepat.., lesat, tetapi banyak bahaya juga yang mengancam. Sementara putaran waktu terus bergulir, sementara itu pula banyak jalanan yang harus tertempuh. Suka atau tidak suka….

Begitu juga dengan aku. Ditakdirkan menjadi wanita memang bukan pilihan ku. Karena kita tidak bisa request kepada Tuhan untuk meminta jenis kelamin sebelum terlahir di dunia. Begini aku menjalani hidup, seperti pada alurnya.
Jam masih menunjukkan pukul 7 pagi waktu lonceng itu berdentang. Tanpa di komando anak anak berseragam merah putih itu pun berlarian. Taka sampai sepuluh menit halaman sekolah sudah sepi. Kegaduhan kemudian beralih ke masing – masing kelas mereka. Tapi cuman sebentar. Karena guru – guru mereka telah siap membawa mereka untuk mengarungi samudra ilmu.

0 coment:

Posting Komentar