selamat membaca

jika tidak bisa berbuat dengan tindakan, cukuplah dengan lisan. pun lisan tak bisa berkata..., mudah mudahan tulisan bisa mewakilkan..

quote

Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. tapi mereka yang menyadari kesalahan lalu membuat segalanya lebih baik, pantas disebut orang baik.

ANEKA SATWA LIAR KITA…..PUNAH SUDAH !!!


Beberapa Jenis satwa di Indonesia, dilaporkan sudah mendekati ambang kepunahan. Bahkana da juga diantaranya yang dilaporkan benar benar punah. Ada banyak penyebab kepunahan satwa itu. Tak lain adalah karena manusia sebanyak 99 % dan sisanya karena faktor alam. semua makluk di dunia ini pasti mempunyai manfaat. Dan jika mereka benar benar punah, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkannya.

Mungkin anda pernah lihat film Jurassic Park yang nggambarin kebangkitan satwa satwa jaman purba. Seperti dinosaurus, brontosaurus dan lainnya. Sekarang .., sudah pasti kita nggak bisa melihatnya lagi. Karena satwa satwa itu punah sudah. Salah satu sebabnya karena seleksi alam. Perubahan iklim bumi yang drastic dan naik turunnya permukaan daratan juga mendorong kepunahan spesies masa lampau.

Indonesia kaya akan satwa liar. Diperkirakan sebanyak 300.000 jenis satwa atau sekitar 17 % satwa di dunia ada di Indonesia. Meski luas Indonesia hanya 1,3 %. Bsia dibayangin betapa kayanya Indonesia akan koleksi satwa lairnya bukan? Kekayaan ini dimungkinkan akrena bentuk kepulauan Indonesia serta letak geografis yangdiapit oleh dua benua. Karena kekayaan akan satwa dan tumbuhannya itu, indoensai di kenal sebgai Negara “ Mega biodiversity “ yakni Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Kekayaan jenis satwa di Indonesia adalah sebagai berikut :
Indonesia menempati peringkat pertama di dunia dalam kekayaan mamalia. Yakni sekitar 515 jenis. 36 % nya adalah satwa yang hanay ditemukan di Indonesia. Dari golongan primate terdapat 36 jenis. 18 % diantaranya adalah epidemic Indonesia.
Selanjutnya Indonesia menempati peringkat keempat di dunia, dalam jumlah burung. Kemudian menduduki peringkat ketiga di dunia dalam jumlah reptile yakni sekitar 600 jenis atau 16 % dari reptil yang ada di dunia. Wah…, bisa dilihat sendiri, Bangsa kita ini memang cukup kaya akan koleksi satwanya bukan…???

Lalu.., kenapa satwa liar kita berangsur berkurang dan mendekati batas kepunahan.., dan beberapa diantaranya dianyatakan punah..??



Kepunahan satwa pada masa sekarang lebih banyak disebabkan oleh manusia. Lebih dari 99 % species yang punah pada saat ini disebabkan oleh kegiatan manusia. Pengaruh kegiatan manusia terhadap satwa ini secara nyata dapat dipelajari dari punahnya mamalia besar di Amerika tara, Amerika selatan dan Australia. Beberapa saat setalah manusia memasuki kawasan tersebut, sekitar 80 % mamalia besarpun menjadi punah. Kepunahan tersebut disebabkan oleh kegiatan berburu dan pembukaan hutan.

Kepunahan satwa liar sebgaian besar disebabkan oleh kerusakan hutan dan perubahan habitat. Hutan hutan kita banyak diubah menjadi pertambangan, perkebunan, pertanian, perumahan hingga industri. Satwa satwa tersebut hanya mempunyai dua pilihan Pndah atau mati.

Sebab yang lainnya adalah kebakaran hutan. Catatan yang ada, hampir tiap tahun, hutan kita terbakar. Kebakaran tersbut
Idak saja membunuh satwa didalamnya. Tetapi juga mematikan berbagai jenis tumbuhan yang bernilai tinggi.

Orang hutan yang hidup di sumatera dan kealimantan telah kehilangan 40 % habitatnya. Owa jawa dan lutung jawa telah kelilangan 95 % habitatnya. Elang jawa yang dikenal sebgai burung garuda kini hidupnya hanya beragantung pada sisa sisa hutan di Indonesia. Populasinya di perkirakan hanya tinggal 1000 ekor saja!!!.

Beberapa kegiatan wisata jgua memicu kepunahan satwa liar. Berubahnya pantai di Bali menajdi hotel , restoran dan tempat pariwisata telah menghilangkan tempat bertelur penyu laut. Kegiatan menyelam dan penurunan jangkar kapal sering merusak terumbu karang. Padahal pertumbuhan terumbu karang sangatlah lamban.

Factor yang lain adalah eksploitasi berlebihan.
Sudah lama masyarakat kita memanfaatkan satwa liar dalam bentuk perburuan. Suku dayak di Kalimantan dan mentawai memanfaatkan satwa liar untuk perburuan.

Factor yang tak kalah mendukung adalah adanya perdagangan satwa liar. Di Indonesia perdagangans atwa liar banayk terjadi di pasar pasar burung yang bukan saja menjual aneka jenis burung namun juga beraneka ragam satwa liar lainnya. Misalnya kucing hutan, ular, kera, orang utan bahkan hariamau. Dan taukah anda, dari mana mereka mendapatkan aneka jenis satwa terssebut? Lebih dari 90 % asal satwa yang diperdagangkan adalah hasil penangkaran. Artinya semakin banyak satwa di pasar semakin banyak pula satwa yang ditangkap dari alam. Dan jika ini terus berlangsung maka kepunahan satwa pun akan segera tiba.

Jika satwa kita telah benar benar punah…, maka aneka jenis kekayaan satwa kita akan hanya menajdi sebuah cerita di masa depan… Sebenarnya jika kita sadar.., harunya kita malu tidak bisa menjaga kelestarian alam yang merupakan titipan anak cucu kita ini.

Punahnya satwa lira adalhkerugian yang teramat besar bagi kehidupan manusia. Karena semua makluk hidup di muka bumi pasti mempnyai peran dan masfaat. Namun kita akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkannya jika aneka satwa tersebut telah punah…



1 coment:

  1. kakatua mengatakan...
     

    Selain perdagangan satwa liar pemicu terbesar kepunahan satwa liar adalah di konversinya alami menjadi perkebunan atau alih fungsinya hutan alami menjadi perkebunan, yang berdampak juga pada tidak adanya resapan air. apa yang bisa lakukan adalah tidak memelihara dan membeli satwa liar.

    satwa liar lebih indah di alam bukan terkurung dalam sangkar

Posting Komentar