selamat membaca

jika tidak bisa berbuat dengan tindakan, cukuplah dengan lisan. pun lisan tak bisa berkata..., mudah mudahan tulisan bisa mewakilkan..

quote

Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. tapi mereka yang menyadari kesalahan lalu membuat segalanya lebih baik, pantas disebut orang baik.

Demontrasi dan Rusuh lagii……………..


Sebenarnya saya masih ngantuk pagi itu. Maklum masih klilipen Euro dini hari tadi. Tetapi , berita di TV memaksa saya untuk melek dan memperhatikan warta itu dengan seksama. Demonstrasi. Lagi lagi Demonstrasi. Dan benar saja. Lagi lagi aksi kali ini dilakukan oleh mahasiswa dan “mahasiswa”
jengah nih… mendengar Demontrasi. Nggak di jakarta, nggak di kota Sendiri. Nggak Mahasiswa, enggak ibu rumah tangga. ada juga anak TK yang diajak guru gurunya untuk melakukan aksi ini.
Busyett….!!
Yang membuat saya melek dan bergumam adalah adegan yang cukup dramatis hasil bidikan eksklusif Trans 7 ( kalo gak salah) seorang mahasiswa terpental karena di tabrak mobil polisi. Mirip di film film yang diperankan standman itu…. Persis banget deh…. Alhasil dari sana, mahasiswa marah, melempari mobil polisi yang melintas tersebut. Dan,,,,, beberapa menit kemudian huru hara.. hara huru berbau anarkispun terjadi….. bntutnya sudah bisa ditebak….. RUSUH..!!!
Demontrasi… dan rusuh lagi. Dan itu terjadi di sentral negara ini.
Agaknya kita sudah lupa akan makna demonstrasi. Apa yang kita sebut dengan parameter penyampaian pendapat ini, sekarang sudah salah kaprah. Oleh oleh dari Demontrasi kini adalah berbagai kerusuan di tanah air. Mengapa jadi begini yaa..??? apakah ini adalah refleksi dari uvoria reformasi..??



Saya lupa apa hari itu. Yang jelas, saya naik mikrolet ke kota malang. Sesampai di dinoyo, yang terkenal macet, tiba tiba sopir dan beberapa penumpang yang rata-rata ibu ibu itu bergumam kesal. Setelah saya coba cari tahu, ternyata beberapa meter di depan ada sebuah demontrasi yang dilakukan oleh segelintir mahasiswa. Sekali lagi segelintir. Tetapi… sudah bisa memacetkan kawasan yang memang terkenal dengan kemacetannya itu. Saya dengerin saja ibu ibu dan pak sopir yang mendadak akrab itu. Intinya mereka mengatakan kekesalannya dengan beberapa demo di tanah air. Salah seorang ibu malah melarang keras anaknya untuk berdemo dengan alasan takut anaknya kenapa kenapa. Jika tetep ikut demo, ibu itu mengancam untuk tidak akan biayai anaknya kuliah. Pak sopir malah mengeluarkan pernyataan ekstream. “ waduh mahasiswa iki ngeropotin ae…, bolak balik demo atas nama rakyat. Tapi malah nggawe repot rakyat... Gawe masalah ae.. lah terus rakyat sing endi sing diwakili..” katanya sambil pasang muka masam. Dalam hati saya tertawa geli. Bener juga sih kalau dipikir. Pak sopir itu ada benarnya juga.
Beberapa aksi demontrasi yang anarkis di tanah air…, apa hasilnya..?? Yang ada malah bikin ketakutan rakyat. Sudah tak ada hasil malah bikin masalah baru. Agaknya upaya kontrol pada pemerintah dengan menggelar aksi demonstrasi itu perlu dipikir dan dikaji ulang… Arinya cari formula baru. Jangan pakai Demontrasi. Karena agaknya Demonstrasi era sekarang lebih gampang di masuki pihak pihak yang tak bertanggung jawab.
Oalah… indonesia sekarang ini lagi susah…!!! Mbok yo ojo ditambahi susah……………!!!


0 coment:

Posting Komentar